Kolaborasi FAI UAD, LPSI, dan LPPM adakan Koordinasi Pemantapan Penerjunan KKN Mubaligh Hijrah
FAI News — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD menggelar rapat koordinasi penerjunan mahasiswa KKN Mubaligh Hijrah pada Rabu, 5 Februari 2026. Rapat ini dilaksanakan sebagai bentuk pemantapan kesiapan sebelum mahasiswa diterjunkan ke lokasi pengabdian masyarakat.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Kepala LPSI UAD Rahmadi Wibowo, Lc., M.A., Dekan FAI UAD Dr. Arif Rahman, M.Pd.I., Wakil Dekan FAI UAD Ferawati, SS., S.Psi., M.Hum., para kepala bidang di lingkungan LPSI UAD, serta Kepala Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) LPPM UAD Dr. Muhammad Hamdi, S.E., M.B.A.
Dalam rapat disampaikan bahwa pada tahun ini sebanyak 39 mahasiswa akan diterjunkan dalam program KKN Mubaligh Hijrah. Mahasiswa tersebut akan ditempatkan di 13 masjid yang tersebar di dua wilayah, yakni Kapanewon Girisubo, Gunungkidul sebanyak 30 mahasiswa, dan Candibinangun sebanyak 9 mahasiswa.
Rencana penerjunan mahasiswa dijadwalkan pada 11 Februari 2026. Untuk mendukung kelancaran mobilisasi, UAD akan menyediakan bus menuju lokasi Girisubo, Gunungkidul, dengan jadwal keberangkatan pukul 10.00 WIB dari Kampus 4 UAD.
Kepala LPSI UAD, Rahmadi Wibowo, Lc., M.A., dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan KKN Mubaligh Hijrah merupakan hasil sinergi antara FAI UAD, LPSI, dan LPPM UAD. Ia menegaskan bahwa sebelum tahap penerjunan, mahasiswa telah melalui rangkaian kegiatan yang meliputi seleksi, pembinaan, serta pengarahan.
“Koordinasi hari ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek kesiapan, baik dari sisi mahasiswa, lokasi, maupun teknis pelaksanaan, agar program KKN Mubaligh Hijrah dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang PKM LPPM UAD, Dr. Muhammad Hamdi, S.E., M.B.A., memastikan bahwa seluruh lokasi KKN telah terkonfirmasi. Ia juga menekankan pentingnya kejelasan informasi administratif bagi mahasiswa melalui Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) maupun tim KKN UAD, serta perlunya perencanaan monitoring dan evaluasi (monev) selama program berlangsung.
Pada kesempatan yang sama, Dekan FAI UAD, Dr. Arif Rahman, M.Pd.I., menekankan pentingnya kesesuaian luaran KKN yang dihasilkan mahasiswa KKN Mubaligh Hijrah dengan standar luaran KKN yang ditetapkan oleh LPPM UAD. Hal ini dinilai penting agar capaian akademik dan pengabdian mahasiswa dapat terdokumentasi secara sistematis dan berkualitas.
Selain itu, Wakil Dekan FAI UAD, Ferawati, SS., S.Psi., M.Hum., turut merespons terkait rekognisi nilai KKN, dengan menegaskan perlunya kejelasan data mahasiswa agar seluruh nama peserta KKN Mubaligh Hijrah tercatat secara valid dalam database KKN LPPM UAD.
Melalui rapat koordinasi ini, FAI UAD bersama LPSI dan LPPM UAD berharap pelaksanaan KKN Mubaligh Hijrah tahun 2026 dapat berjalan lancar, terkoordinasi dengan baik, serta memberikan kontribusi nyata dalam penguatan dakwah dan pemberdayaan masyarakat berbasis masjid.



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!