Menguatkan Makna Hidup melalui Kesederhanaan, Pengajian Bulanan FAI UAD Hadirkan Prof. Dody Hartanto
FAI News – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan kegiatan Pengajian Bulanan yang menghadirkan narasumber Prof. Dr. Dody Hartanto, S.Pd., M.Pd., Guru Besar Bidang Bimbingan dan Konseling Keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 4 Mei 2026 di Ruang Kaca Timur Lantai 10 Kampus IV UAD.
Mengusung tema “Hidup yang Lebih Bermakna: Jalani, Syukuri, Nikmati”, pengajian ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan di lingkungan FAI UAD dengan penuh antusias.
Dalam kajiannya, Prof. Dody menekankan pentingnya memahami kehidupan secara lebih sederhana dan bermakna, khususnya dalam konteks keluarga dan keseharian. Ia menjelaskan bahwa kehidupan manusia tidak lepas dari berbagai ujian yang datang dalam setiap fase kehidupan, termasuk dalam kehidupan berkeluarga.
“Dalam kehidupan, termasuk keluarga, setiap fase memiliki ujian tersendiri. Mulai dari ujian adaptasi di awal pernikahan, hingga ujian kesetiaan dan ketahanan dalam jangka panjang,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa emosi dasar yang perlu dikelola dengan baik agar seseorang dapat menjalani hidup dengan lebih tenang dan bahagia, yaitu marah, rasa takut, sedih, dan kecemasan.

Suasana khidmat pengajian bulanan bersama dosen dan tendik FAI
Selain itu, Prof. Dody menyoroti pentingnya mengelola pikiran dan tekanan batin. Ia menyampaikan bahwa kelelahan mental sering kali tidak terlihat, namun berdampak besar terhadap kualitas hidup seseorang.
“Kelelahan yang tidak terlihat justru sering menumpuk di dalam diri. Jika tidak dikelola, hal tersebut dapat memengaruhi emosi, perilaku, bahkan hubungan sosial,” ungkapnya.
Dalam sesi tersebut, peserta juga diajak untuk memahami konsep hidup sederhana, di mana rumah seharusnya menjadi tempat untuk beristirahat dan memulihkan diri, bukan sekadar tempat penyimpanan berbagai beban kehidupan.
“Rumah adalah tempat pulang, tempat untuk kembali dan memulihkan diri, bukan sekadar ruang penyimpanan,” tambahnya.
Tidak hanya itu, beliau juga memberikan tips praktis dalam mengelola emosi, salah satunya melalui teknik pernapasan untuk meredakan stres dan emosi negatif, sehingga individu dapat lebih tenang dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup.
Kegiatan pengajian ini berlangsung dengan interaktif, diselingi humor ringan yang membuat suasana menjadi lebih hangat dan komunikatif. Para peserta tampak aktif menyimak materi yang disampaikan.


