PBS Kejar Target Jurnal Terindeks dan Bereputasi
Yogyakarta, FAI TERKINI – Rabu (08/01/20), Prodi Perbankan Syariah (PBS) menyelenggarakan acara workshop penulisan artikel ilmiah. Sebagaimana tercantum di dalam nomenklatur penyelenggaraan pendidikan tinggi, Tri Dharma merupakan bagian dari tugas utama yang diemban oleh profesi dosen yang menjadi salah satu unsur utama di dalam operasional penyelenggaraan pendidikannya. Adapun salah satu cara untuk menjalankan Tri Dharma sesuai ketentuan yang berlaku adalah dengan melakukan penelitian sesuai dengan bidang keilmuan yang dimiliki oleh dosen yang bersangkutan. Demi meningkatkan kualitas penelitian tersebut, maka Prodi Perbankan Syariah mengadakan workshop penulisan artikel ilmiah di Hotel Ros In dengan dihadiri oleh seluruh anggota tim dosen Prodi.
Sesi pertama acara diisi oleh seorang narasumber expert yang berasal dari rumpun keilmuan ekonomi Islam atau Perbankan Syariah dari Kampus UII, yakni Jaka Sriyana, Ph.D. Adapun sesi kedua diisi oleh Dr. Rully yang membahas secara mendetail tentang bagaimana cara efektif untuk memilih dan menembus jurnal bereputasi sesuai dengan rumpun keilmuan.
“Harapannya dengan diselenggarakannya acara workshop ini, ya artikel dosen-dosen dapat mulai menembus berbagai jurnal yang terindeks dan bereputasi,” ungkap Dwi Santosa Pambudi, S.H.I., M.H.I. selaku Kaprodi Perbankan Syariah dalam sambutannya di acara tersebut.“
Seorang penulis yang baik adalah pembaca yang baik,” demikian ungkap Jaka Sriyana pda kesempatannya sebagai pembicara workshop sesi pertama.
“Memilih jurnal dan waktu submit artikel, menjadi salah satu cara yang sangat penting dan harus diperhatikan oleh dosen sebelum melakukan publikasi.” pesan Dr. Rully kepada seluruh peserta.
Harapannya, acara ini dapat menjadi pemantik semangat dosen Prodi PBS khususnya, dan dosen di FAI UAD umumnya, untuk lebih bersemangat dalam menulis publikasi ilmiah dengan kualitas yang dapat diakui secara nasional maupun internasional.



Sabtu pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, para peserta TOT sudah berkumpuldi depan Masjid Islamic Center UAD bersiap untuk berangkat menuju Desa Wisata Pulesari. Pada pukul 07.30 para peserta berangkat menggunakan bus. Sekitar pukul 09.00 para peserta TOT tiba di Desa Wisata Pulesari. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Pembacaan Al-Quran sendiri dilantunkan oleh salah satu peserta TOT. Setelah pembacaan Al-Quran, ada sambutan sekaligus pembukaan acara dari dekan FAI UAD yaitu Dr.H.Nur Kholis M.Ag,. Acara yang pertama yakni materi yang disampaikan oleh Bapak Hendra Darmawan yang membahas tentang Perkaderan ala Rasulullah SAW. Acara berikutnya adalah ISHOMA dilanjutkan materi kedua yang disampaikan oleh Bapak Gatot Sugiharto dengan tema “To Be A Great Trainer” pada materi ini kita dituntun untuk menganalisis apa saja yang harus dimiliki trainer hebat. Dan materi terakhir disampaikan oleh Bapak Ananto Asworo dengan tema “Manajemen Teori dan Praktik”.
Yogyakarta,
MUMTASH dilaksanakan selama dua hari, diawali dengan opening ceremony pada hari Sabtu, pukul 20.00 dan disambung dengan lomba pada hari ahad 15 Desember 2019. Dan pada tanggal 23 November telah dilaksanakan grand launching MUMTASH, mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Prospek Tantangan Sarjana Hadis Masa Kini” dengan pembicara Prof. Dr. Nawir Yuslem, M.A, dan Dekan Fakultas Agama Islam Dr. Nur Kholis, M.Ag. sebagai upaya menyongsong kegiatan akbar dari Himpunan Mahasiwa Program Studi Ilmu Hadis UAD.
Opening Ceremony MUMTASH dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Agama Islam Dr. Nur Kholis, M.Ag dan Perwakilan dari dosen Ilmu hadis. Dalam sambutannya dekan menyampaikan rasa bangga pada jajaran panitia yang telah berupaya keras untuk bisa mengadakan kegiatan yang cukup memberikan dampak positif pada prodi, dan harapan kegiatan mumtash setiap tahun bisa lebih baik lagi, “Mumtash ke tiga lebih baik dari mumtash kedua, mumtash keempat lebih baik dari mumtash ketiga, dan mumtash yang akan datang harus lebih baik dari mumtash sekarang” ucapnya saat menyampaikan sambutan.
Yogyakarta, 
Yogyakarta,
Yogyakarta,
Yogyakarta,
Dr. Nur Kholis, M.Ag., Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) dalam sambutannya menyampaikan kepada para mahasiswa yang hadir, betapa sulitnya menghadirkan Prof. Suyanto sebagai narasumber maka besar harapannya kehadirannya bisa dimanfaatkan maksimal, mahasiswa dihimbau untuk bisa mengikuti kegiatan kuliah umum dengan sebaik-baiknya sehingga materi yang akan disampaikan bisa ditangkap dan dapat diaktualisasikan untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Selanjutnya, Prof. Suyanto, Ph.D. sebagai narasumber dalam materi kuliah umumnya menyampaikan bahwa keadaan dahulu sudah berbeda dengan keadaan sekarang. Masa sebelum revolusi industri 4.0 ilmu didapat dengan cara berjuang dengan sekuat tenaga, berbeda dengan sekarang semua ilmu sudah ada digenggaman tinggal bagaimana kita mau memakai ilmu tersebut atau tidak. Prof. Suyanto memberikan contoh dengan menggajak para peserta kuliah umum membuka google dan memerintahkan mengetik cara membangun keluarga yang sakinah, dengan penuh antusias para peserta mengikuti intruksi dari Prof. Suyanto dan kemudian diminta untuk membacanya. Prof. Suyanto melanjutkan pesannya, ilmunya sudah ada dan dengan mudah didapatkan, namun yang menjadi pertanyaan maukah kita merealisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari situlah mahasiswa PAI seharusnya tertantang dengan revolusi industri 4.0, ilmu yang sudah ada digenggaman bagaimana menanamkan karakter untuk merealisasikan ilmu yang sudah ada.
