FAI UAD dan LPSI Gelar Pembekalan KKN Muballigh Hijrah 2026, Siapkan Mahasiswa Terjun Dakwah di Bulan Ramadan
FAI NEWS – Senin, 12 Januari 2025, Lembaga Pengembangan dan Studi Islam (LPSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Fakultas Agama Islam (FAI) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan KKN Muballigh Hijrah (MH) yang berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa, 12–13 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas mahasiswa sebelum terjun langsung ke masyarakat pada pelaksanaan KKN MH di bulan Ramadan.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan dan sambutan dari para pimpinan universitas dan fakultas. Dalam sambutannya, Dekan FAI UAD, Dr. Arif Rahman, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa program KKN Muballigh Hijrah merupakan hasil inisiasi Wakil Rektor Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bersama LPSI yang kemudian menggandeng FAI untuk memberikan ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa agar dapat terjun langsung di tengah masyarakat.
Dekan FAI juga menjelaskan bahwa pada pelaksanaan KKN MH tahun ini, tercatat 108 mahasiswa mendaftar, dan setelah melalui berbagai tahapan seleksi, 40 mahasiswa dinyatakan lolos. “Mahasiswa yang terpilih ini diharapkan benar-benar memiliki kapasitas dan kesiapan untuk terjun ke masyarakat selama pelaksanaan KKN di bulan Ramadan,” ujarnya.

Sambutan Dekan Fakultas Agama Islam (Dr.Arif Rahman, M.Pd.I)
Sementara itu, Kepala LPSI UAD, Rahmadi Wibowo Suwarno, Lc., M.A., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas tingginya minat dan antusiasme mahasiswa FAI dalam mengikuti KKN Muballigh Hijrah. Ia menuturkan bahwa pelaksanaan KKN MH bertepatan dengan bulan Ramadan, yang pada umumnya dimanfaatkan mahasiswa untuk pulang kampung. Namun demikian, para peserta KKN MH justru menunjukkan komitmen dengan tetap mengikuti seluruh rangkaian pembekalan. Oleh karena itu, ia berharap mahasiswa dapat terus menjaga istiqamah selama proses kegiatan, baik pada tahap pembekalan maupun saat terjun di masyarakat.
Adapun Wakil Rektor Bidang AIK UAD, Ust. Dr. Nur Kholis, S.Ag., M.Ag., menjelaskan latar belakang (asbabul waqi’) digagasnya KKN Muballigh Hijrah di FAI. Menurutnya, selama ini KKN MH cenderung kurang diminati mahasiswa dan sebelumnya berada di bawah koordinasi LPPM. Selain itu, mahasiswa yang mengikuti KKN MH kerap belum dipersiapkan secara optimal, terutama karena pelaksanaannya berlangsung di bulan Ramadan.
“Mahasiswa FAI memiliki kapasitas keilmuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat selama Ramadan, khususnya di bidang keagamaan. Oleh karena itu, KKN MH di FAI ini kami rancang sebagai pilot project yang digagas oleh LPSI bersama FAI,” jelasnya. Ia berharap para mahasiswa mampu menyesuaikan diri, mempersiapkan kapasitas secara matang, serta dapat diterima dan memberi kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Pada hari pertama, pembekalan diisi dengan materi Public Speaking oleh Budi Jaya Putra, S.Th.I., M.H., serta materi Tuntunan Ibadah yang disampaikan oleh Qaem Aulasyahied, S.Th.I., M.Ag.. Kegiatan dilanjutkan pada hari kedua dengan materi Administrasi Masjid Unggulan oleh Muh Saeful Effendi, S.Pd., M.Pd.BI., serta Desain Grafis Media Dakwah Digital (Canva) oleh Dhita Pratama, sebelum ditutup secara resmi.
Melalui pembekalan ini, diharapkan mahasiswa peserta KKN Muballigh Hijrah 2026 memiliki kesiapan intelektual, spiritual, dan sosial untuk menjalankan peran dakwah dan pengabdian masyarakat secara optimal selama bulan Ramadan.




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!