Mahasiswa PAI FAI UAD Kampus Wates Raih Predikat Best Presenter pada ICISSS 2026
FAI News – Yogyakarta 22 Juni 2026, Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam Universitas, Ahmad Dahlan Kampus Wates. Tim yang beranggotakan Afiqoh Syazana Alwani, Nabila Mar’atus Solikhah, dan Salima Isma Sakinati berhasil meraih penghargaan Best Presenter dalam ajang International Conference on Islamic Studies and Social Sciences (ICISSS) 2026.
Pada konferensi internasional tersebut, tim membawakan paper berjudul “The Impact of Fear of Missing Out (FoMO) on Generation Z’s Mental Health” di bawah bimbingan Arif Rahman, M.Pd.I. Penelitian ini mengangkat fenomena Fear of Missing Out (FoMO) yang semakin banyak dialami oleh Generasi Z seiring pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial. Isu tersebut dipilih karena memiliki keterkaitan yang erat dengan kesehatan mental, yang saat ini menjadi salah satu perhatian utama dalam berbagai kajian akademik maupun kehidupan masyarakat.
Dalam proses penyusunannya, artikel ilmiah tersebut dikerjakan sejak 15 Juni hingga 23 Juni 2026. Tim memanfaatkan berbagai sumber referensi ilmiah serta teknologi terkini, termasuk Artificial Intelligence (AI), sebagai alat bantu untuk mencari referensi, mengembangkan gagasan, serta menyempurnakan kualitas bahasa penulisan. Pemanfaatan teknologi tersebut dilakukan secara bertanggung jawab sebagai pendukung dalam proses penyusunan karya ilmiah.

Di balik keberhasilan tersebut, terdapat perjuangan yang tidak mudah, khususnya pada tahap presentasi. Afiqoh Syazana Alwani mengungkapkan bahwa dirinya sempat merasa kurang percaya diri karena harus mempresentasikan hasil penelitian menggunakan bahasa Inggris, sementara kemampuan bahasa Inggrisnya, terutama dalam aspek pelafalan, masih terbatas.
“Saya sempat berpikir bagaimana bisa mempresentasikan paper dalam bahasa Inggris jika kemampuan saya sendiri masih belum maksimal. Namun, dukungan dari teman-teman membuat saya yakin untuk terus mencoba,” ungkapnya.
Berbekal tekad yang kuat, Afiqoh mulai mempersiapkan diri dengan mempelajari materi secara mendalam, melatih pelafalan, serta rutin berlatih berbicara menggunakan bahasa Inggris. Usaha tersebut membuahkan hasil ketika proses presentasi berlangsung dengan lancar hingga akhirnya tim berhasil memperoleh penghargaan Best Presenter.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa rasa kurang percaya diri dapat diatasi melalui latihan yang konsisten, persiapan yang matang, dan dukungan dari orang-orang di sekitar.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FAI UAD tidak hanya mampu menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan isu-isu kontemporer, tetapi juga mampu berkompetisi dan menunjukkan kualitasnya pada forum ilmiah bertaraf internasional. Diharapkan capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan akademik, meningkatkan kepercayaan diri, serta aktif berkontribusi melalui penelitian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

