Asesmen Lapangan MPAI UAD Hari Pertama: Perkuat Komitmen Mutu dan Berbasis Data
Yogyakarta – Selasa, 14 April 2026, Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Ahmad Dahlan telah melaksanakan asesmen lapangan hari pertama. Bertempat di Ruang Serbaguna lantai 10 Kampus 4 UAD. Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam proses akreditasi untuk memastikan mutu pendidikan yang berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta pengenalan tim asesor dan asesi. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video keselamatan dan kesehatan kerja (K3), video profil universitas dan program studi, serta penandatanganan komitmen bersama asesmen lapangan.

Sesi penandatanganan pernyataan asesmen lapangan
Sambutan Rektor UAD yang diwakili oleh Dr. Nurkholis, S.Ag., M.Ag., selaku Wakil Rektor Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, menegaskan komitmen universitas dalam peningkatan kualitas dosen, khususnya pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Ia menyampaikan, “Alhamdulillah selama tiga tahun berturut-turut, 2023 hingga 2025, UAD termasuk perguruan tinggi dengan jumlah proposal penelitian terbanyak yang didanai.” Ia juga menambahkan bahwa capaian tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas akademik yang terus berkembang.
Tim asesor dalam kegiatan ini terdiri dari Asesor 1, Prof. Dr. Imam Fuadi, M.Ag. (UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung) dan Asesor 2, Dr. Nur Khoiri, M.Ag. (UIN Walisongo Semarang). Keduanya menekankan pentingnya validitas data serta kesesuaian antara dokumen dan implementasi di lapangan.
Sementara itu, Asesor 1, Prof. Dr. Imam Fuadi, M.Ag., menekankan pentingnya kecintaan terhadap institusi yang diwujudkan melalui penguasaan data yang kuat. “Semua harus berbasis data. Itu bentuk kecintaan kita terhadap kampus, bahwa kita betul-betul memahami dan dekat dengan tempat kita berjuang,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi kesiapan UAD dalam menghadapi asesmen, yang dinilai telah dipersiapkan dengan serius.
Senada dengan itu, Asesor 2, Dr. Nur Khoiri, M.Ag., menegaskan bahwa asesmen lapangan bukan sekadar proses administratif, tetapi refleksi dari implementasi sistem penjaminan mutu. “Kalau sistem penjaminan mutu sudah berjalan dengan baik, maka saat asesmen eksternal tidak perlu dibuat-buat. Tinggal menunjukkan apa yang sudah dilaksanakan,” ungkapnya.
Memasuki sesi inti, kegiatan asesmen terbagi dalam beberapa tahapan. Pada Sesi Task Force yang dilaksanakan di Ruang Serbaguna lantai 10 Kampus 4 UAD, seluruh unsur terlibat hadir, meliputi pimpinan perguruan tinggi, pimpinan UPPS dan program studi, tim penjaminan mutu, tim akreditasi, serta tenaga kependidikan.

Selanjutnya, pada Sesi Konfirmasi Data dan Diskusi bersama Pimpinan UPPS yang dipimpin oleh Asesor 1, Prof. Dr. Imam Fuadi, M.Ag., Dekan FAI, Dr. Arif Rahman, S.Pd.I., M.Pd.I., memaparkan profil UPPS, sistem tata kelola, capaian kinerja, serta rencana pengembangan program studi ke depan. Sesi ini berlangsung di Ruang Serbaguna lantai 10 Kampus 4 UAD dan melibatkan pimpinan universitas, tim penjaminan mutu, serta tim penyusun Laporan Evaluasi Diri (LED) untuk melakukan klarifikasi dan validasi data.
Pada waktu yang bersamaan, dilaksanakan Sesi Wawancara yang dipandu oleh Asesor 2, Dr. Nur Khoiri, M.Ag., bertempat di Ruang Kaca Barat, Kampus 4 UAD. Sesi wawancara ini melibatkan dosen, tenaga kependidikan (tendik), mahasiswa, alumni, serta pengguna lulusan. Pelaksanaan secara paralel ini bertujuan untuk mengefektifkan waktu asesmen sekaligus memperoleh data yang komprehensif dari berbagai pemangku kepentingan.



