Syawalan Keluarga Besar dan Pelantikan Pengurus Keluarga Alumni FAI UAD
Yogyakarta, FAI TERKINI – Hari Kamis, tanggal 10 Juni jam 09.15 – 11.25 WIB bertempat di kampus 6 UAD, Wates, Kulon Progo, Yogyakarta melalui live streaming Zoom di Youtube FAI UAD dan acara offline di lokasi, diselenggarakan acara Syawalan Keluarga Besar Fakultas Agama Islam sekaligus Pembentukan Keluarga Alumni FAI UAD, dengan tema “Merajut Ukhuwah Menggapai Berkah”. Acara yang dipandu oleh Yazida Ichsan, S.Pd.I., M.Pd. ini dimulai dengan pembukaan, sambutan, penyampaian materi, dan pelantikan pengurus organisasi alumni. Acara berjalan khidmat dengan dihadiri oleh tamu undangan khusus, yakni Wakil Rektor AIK UAD (Drs. H. Parjiman, M.Ag.), Ketua PDM Kulonprogo (Dr. H.M. Jumarin, M.Pd.), direktur Persada UAD (H. Thonthowi, M.Ag), Dekan FAI UAD (Dr. H. Nur Kholis, M.Ag.), beserta segenap pimpinan Prodi di FAI UAD. Sambutan diberikan oleh Dr. Nur Kholis M.Ag. yang berisi pentingnya kesadaran untuk membangun kualitas FAI UAD dari berbagai sisi secara progresif, “Tantangan FAI UAD hari ini adalah bagaimana menjaga kualitas di tengah popularitas sehingga kita tidak kehilangan esensi dari Fakultas Agama Islam itu sendiri”.
Acara dilanjutkan dengan tausiyah dari narasumber utama, yaitu drh. H. Agung Budiyanto, MP., Ph.D. yang menyampaikan nasihat tentang bahayanya kesombongan logika, menurutnya, “Seiring berjalannya zaman, kepandaian manusia mampu membuat generasi menafikan eksistensi keghaiban dari dalam aspek keagamaan. Sehingga batas kepercayaan manusia pun hanya berada di otaknya, dan pemahamannya terhadap agama cenderung bergeser menjadi sekedar kacamata logika manusia. Inilah yang mengakibatkan lahirnya logika sekuler, misal klaim bahwa puasa itu menyehatkan, padahal tidak ada hadits-nya. Ini contoh normalisasi dari kesombongan logika yang berbahaya. Kita harus menggeser pemahaman ini ke arah yang seharusnya. Bahwa ujung pangkal dari semua hal adalah Al Qur’an dan Al Hadis bukan logika manusia.” Kemudian materi ditutup dengan pemaknaan Qs. An Nisa: 100 sebagai rujukan spirit tausiyah.
Acara dilanjutkan dengan Pelantikan Badan Pengurus Harian (BPH) Keluarga Alumni FAI UAD yang dilantik langsung oleh Perwakilan Keluarga Alumni Ahmad Dahlan (KAMADA) pusat. Terpilihlah nama Qaem Aulassyahied, S.Thi., M.Ag. sebagai Ketua Keluarga Alumni FAI UAD pada momen tersebut. Didampingi oleh Sekretaris terpilih, Awhinarto, S.Pd. dan Ikhda Rahmatina, S.S. sebagai Bendahara terpilih. Dalam sambutannya sebagai ketua terpilih, Qaem menyampaikan bahwa “Menjadi pemimpin dari ikatan alumni ini bukanlah suatu hal yang mudah, terlebih dalam kondisi pandemi seperti saat ini. Sehingga dukungan dan nasihat dari berbagai pihak sangat kami butuhkan. Adapun untuk susunan pengurus, akan kami susulkan nama-nama di luar forum ini. Kami berharap, Ikatan Alumni Fakultas Agama Islam UAD ini mampu menjadi wajah berkemajuan yang sesuai dengan karakter Fakultas Agama Islam,” demikian isi sambutannya sekaligus menjadi penutup acara syawalan.







Terdapat dua program besar untuk tahap pertama, yakni pembinaan alih profesi dan pembinaan keagamaan. Tahap selanjutnya yang menjadi target jangka panjang adalah pemberdayaan tidak hanya dari segi ekonomi dan keagamaan, tetapi juga infrastruktur. Pembinaan alih profesi adalah implementasi dari peralihan profesi 12 orang warga Kampung Sudagaran, semula berprofesi sebagai peternak babi, kini hijrah ke pekerjaan lain seperti pengolahan tahu, ternak sapi, dan membuka toko kelontong. Sementara pembinaan keagamaan sejauh ini masih difokuskan pada pengajian dan TPA untuk anak-anak.
Kegiatan dilanjutkan dengan laporan tahunan pelaksanaan program Kopertais III disampaikan oleh Muhammad Ridwan selaku Kasubag Bina PTKIS Kopertais III. Dalam laporannya disampaikan bahwa harapan agar FORKOM sebagai forum interaksi antar kampus di bawah naungan Kopertais III dapat membantu dan mensupport dosen PTKIS. Salah satunya dalam hal pengurusan jabatan fungsional dan sertifikasi dosen. Saat ini pihak Kopertais III sedang mengupayakan usulan pengurusan jabatan fungsional secara langsung untuk dosen PTKIS, baik pada level lektor hingga guru besar, tanpa harus melalui Dikti sebagaimana saat ini. 




Mahasiswa UAD Nandang Suhendang dinobatkan sebagai best participant mewakili Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam kegiatan tersebut.

