FAI Menjadi Fakultas Pertama di UAD yang Laksanakan Baitul Arqam Secara Daring
Yogyakarta, FAI TERKINI – Baitul Arqam ialah sebuah acara yang diinisiasi oleh Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (FAI UAD), yang diharapkan bisa berkembang lagi dan menginspirasi banyak orang. Kegiatan dalam jaringan (daring) tersebut disiarkan melalui kanal YouTube Official FAI UAD sebagai wujud model yang adaptif, menarik, dan tepat bagi post millennial dengan karakter yang berbeda-beda. Sebab, keadaan sedang mengalami disrupsi karena pandemi, sehingga semuanya serba berubah. FAI UAD tak sendiri dalam menyelenggarakan acara ini, melainkan bekerja sama dengan LPSI, MPK PP Muhammadiyah, IMM FAI, Lazis UAD, dan Pesantren Ahmad Dahlan UAD. Pembukaan acara dilakukan pada Senin, 8 Februari 2021. Adapun rangkaian acara dibaca oleh Yazida Ichsan, S.Pd.I., M.Pd., yaitu terdiri atas pembacaan ayat suci oleh Yusuf Ramadhan mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis, menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, “Sang Surya”, dan “Mars UAD”, sambutan dari ketua panitia, serta sambutan dari dekan FAI. Setelah itu, pembukaan acara diresmikan oleh Dr. Muchlas, M.T., selaku Rektor UAD. Disambung dengan serah terima mandat dari dekan FAI kepada master of training yaitu Zalik Nuryana, S.Pd.I, M.Pd.I. Terakhir, acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Thonthowi, S.Ag., M.Hum.
Dr. Nur Kholis, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan, “Baitul Arqam baru pertama diselenggarakan di FAI UAD. Walaupun sebenarnya pengenalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sudah ada tiga tahun yang lalu, kini digabung dalam FAI UAD. Kegiatan ini wajib untuk syarat proposal skripsi FAI. Semoga peserta dapat mengikuti kegiatan dengan tertib. Harapannya acara ini dapat menghasilkan luaran yang lebih efektif dan menyenangkan supaya tepat sasaran serta memperoleh keterampilan sebagai calon kader. Selepas acara ini akan ada tindak lanjut dari Baitul Arqam yaitu Gerakan Jamaah Dakwah (GJD) versi PAI.” (Dew)

Dalam penyampaiannya, Ust. Muchlas Abror memaparkan mengenai nilai-nilai Perjuangan Tokoh Muhammadiyah, yang dimulai dari sejarah Muhammadiyah yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan di Yogyakarta pada 18 November 1912 hingga kini tersebar di seluruh Indonesia, bahkan di luar negeri. Mahasiswa UAD sebagai kader Muhammadiyah, tentu harus mengenal Muhammadiyah sebagai gerakan islam amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits.
Dalam penyampaiannya, Ust. Atang memaparkan mengenai tata cara ibadah yang dituntunkan oleh HPT MUhammdiyah, namun beliau juga menyampaikan bahwa tuntunan ibadah yang diputuskan oleh Tarjih bukanlah satu-satunya cara yang benar, jika kita tau ada cara ibadah lain dengan nas yang jelas dari Rasulullah, maka itu juga bisa digunakan. Dimulai dari materi Thaharah yaitu bersih atau suci dari kotoran, secara istilah yaitu upaya untuk menghilangkan najis atau hadas dengan menggunakan alat bersuci menurut cara tertentu. Alat bersuci yaitu air, debu, batu atau benda padat lainnya. Bedanya najis dan hadas, najis yaitu apa saja yang dipandang kotor menurut agama sedangkan hadas adalah keadaan tidak suci yang mengenai pada muslim sehingga menyebabkan orang tersebut tidak dapat solat. Hadas sendiri terdiri dari hadas kecil dan hadas besar.
Kamal menempatkan tauhid sebagai pandangan dunia seorang muslim. Sebagai pandangan hidup, Allah Swt merupakan realitas tertinggi menjadi acuan setiap aktivitas kaum Muslim. Karenanya seorang muslim semestinya menempatkan tauhid sebagai dasar bagi penafsiran atas semua fenomena alam semesta dan menjadi asas paling dasar dalam aktivitas berpikir. “Kalau kita bertanya, siapa manusia? Maka kita berbicara apa kata Allah tentang manusia. Ketika manusia berbicara tentang nilai-nilai dalam pandangan hidup, maka kita akan berbicara nilai-nilai ilahiyah. Ketika manusia berbicara tentang dunia, maka bagaimana kata Allah tentang dunia. Kita harus kembali kepada Allah, jangan didefinisikan sendiri,” tutur dosen UMY ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Ust. Anhar Anshari, Ph.D dalam materi ke-1 pada acara Baitul Arqam 2021 FAI UAD yang dilaksanakan pada hari Senin-Rabu, 8-9 Februari 2021 secara daring. Kegiatan tersebut diikuti oleh 800-an mahasiswa angkatan 2020 dari lima prodi di FAI. Melibatkan lebih dari 50 orang panitia yang terdiri dari panitia inti, teknis, instruktur, pendamping, dan juga Co-Host.



