Al Quds University Kunjungi UAD: Kagum pada Kemajuan Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia
FAI News – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerima kunjungan kehormatan dari Al Quds University, dipimpin langsung oleh Rektor Prof. Imad Abu Kishek beserta delegasi, pada kunjungan resmi yang berlangsung hangat di Kampus UAD. Selain UAD, sejumlah pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah–‘Aisyiyah (PTMA) di wilayah DIY dan sekitarnya turut hadir dalam agenda strategis ini.
Pertemuan dibuka dengan sambutan dari Prof. Imad Abu Kishek, yang menyampaikan rasa kagum dan apresiasinya terhadap Indonesia, khususnya Muhammadiyah, yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam membangun hubungan persahabatan dan kemanusiaan. Ia menekankan bahwa relasi antara Al Quds University dan Muhammadiyah bukan hanya simbol persahabatan, tetapi juga peluang besar untuk menciptakan kolaborasi pendidikan yang berdampak dan berkelanjutan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Indonesia dan Muhammadiyah. Kami melihat kecintaan, dukungan, serta komitmen yang besar bagi hubungan kedua negara. Muhammadiyah memiliki reputasi luar biasa dan kapasitas kuat dalam pengembangan pendidikan, termasuk perguruan tinggi,” ungkap Prof. Imad dalam sambutannya.
Menanggapi hal tersebut, Rektor UAD Prof. Muchlas, M.T., menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus rasa bahagia atas kunjungan Al Quds University. Ia menegaskan bahwa UAD sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah terus mengembangkan potensi melalui riset, pendidikan, pengajaran, dan pengabdian. Dalam kesempatan itu, Prof. Muchlas juga memperkenalkan struktur organisasi, fakultas, serta berbagai keunggulan akademik UAD.
“Kedatangan Al Quds University merupakan kehormatan bagi kami. Sebagai sesama institusi pendidikan, UAD berkomitmen memperluas jejaring dan bersama-sama membangun kontribusi global,” kata Prof. Muchlas.
Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Syafiq A. Mughni, memberikan apresiasi atas pertemuan ini yang disebutnya sebagai sambutan resmi meski sebelumnya telah dilakukan pertemuan secara informal. Ia menegaskan bahwa komitmen Muhammadiyah terhadap Palestina telah diwujudkan melalui berbagai aksi nyata, termasuk pemberian beasiswa kepada ratusan pelajar dan mahasiswa Palestina yang menempuh studi di PTMA di seluruh Indonesia.
“Pertemuan hari ini bukan hanya seremoni, tetapi simbol kuat dari hubungan panjang Muhammadiyah dengan masyarakat Palestina. Sebagai organisasi, kami terus mengupayakan dukungan nyata melalui pendidikan,” ujar Prof. Syafiq.
Agenda kemudian berlanjut pada sesi penting, yaitu penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Ahmad Dahlan dan Al Quds University. Dokumen kerja sama ini menjadi dasar bagi pengembangan kolaborasi akademik, riset bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta program-program strategis lainnya.
Setelah penandatanganan MoU, acara dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab yang melibatkan pimpinan PTMA lainnya. Forum ini membahas berbagai peluang kolaborasi pengembangan pendidikan tinggi, baik antara UAD dan Al Quds University maupun peluang kerja sama yang dapat diperluas ke perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya.
Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi UAD dan PTMA untuk memperkuat jejaring internasional serta meningkatkan peran strategis pendidikan Muhammadiyah dalam skala global, khususnya di kawasan Timur Tengah. (Ar)

