Temu Kangen Alumni FAI UAD: Hangatkan Silaturahmi dan Perkuat Sinergi untuk Almamater
FAI News – Suasana penuh kehangatan dan nostalgia terasa begitu kental dalam kegiatan Temu Kangen Alumni Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang diselenggarakan pada Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan lintas angkatan yang sarat cerita, kenangan, serta penguatan komitmen bersama untuk membangun almamater.
Sekitar 100 lebih alumni dari berbagai generasi hadir dan saling menyapa, berbagi kisah perjalanan karier, serta mengenang masa-masa perkuliahan. Backdrop acara menjadi saksi banyaknya swafoto dan obrolan hangat yang menghidupkan kembali memori lama. Gelak tawa pun pecah saat sesi stand up comedy dari alumni FAI tampil menghibur, disusul penampilan nyanyi bersama yang semakin mengakrabkan suasana.
Dekan Fakultas Agama Islam, Dr. Arif Rahman, dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum temu kangen ini memiliki makna strategis bagi keberlanjutan institusi.
“Alumni adalah wajah dan cermin keberhasilan fakultas. Keberhasilan panjenengan semua di tengah masyarakat menjadi legitimasi nyata atas proses pendidikan yang telah dijalani di FAI. Karena itu, mari kita perkuat jejaring, jaga silaturahmi, dan terus berkontribusi untuk umat dan bangsa,” ungkapnya.
Beliau juga berharap agar silaturahmi yang terjalin tidak berhenti pada momentum pertemuan, tetapi berkembang menjadi kolaborasi nyata yang berkelanjutan.
Dalam sesi pemaparan materi, Budi Jaya Putra, S.Th.I., M.H., menyampaikan materi bertajuk “Dari Alumni, Untuk Almamater: Sinergi Membangun FAI UAD yang Unggul.” Ia menekankan bahwa alumni bukan sekadar lulusan, tetapi bagian dari amal jariyah almamater.
Mengutip sabda Rasulullah ﷺ, beliau menyampaikan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Menurutnya, setiap kontribusi alumni di tengah masyarakat sejatinya menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi para guru, dosen, dan institusi yang telah membentuk perjalanan mereka.

Penyerahan buku karya Budi Jaya Putra, S.Th.I., M.H., kepada pimpinan FAI UAD Dr. Arif Rahman, sebagai simbol dedikasi dan ikatan emosional yang tetap terjaga.
Ia juga menegaskan bahwa sinergi merupakan nilai fundamental dalam Islam sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Maidah ayat 2 tentang pentingnya tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Sinergi alumni dan almamater, menurutnya, adalah bentuk nyata ta’awun untuk kemajuan umat.
Dalam paparannya, beliau menyampaikan beberapa poin penting mengenai peran strategis alumni, di antaranya:
- Alumni sebagai legitimasi keberhasilan fakultas – Mutu fakultas diukur dari kualitas dan kiprah alumninya di masyarakat.
- Jejaring dan pengalaman nyata – Alumni yang telah terjun ke dunia pendidikan, dakwah, hukum Islam, birokrasi, dan industri menjadi “buku hidup” yang tidak ditemukan di ruang kelas.
- Energi perubahan dan role model – Alumni menjadi jembatan antara teori dan realitas bagi mahasiswa.
Lebih lanjut, beliau menguraikan bentuk sinergi yang dapat dibangun, antara lain:
- Sinergi keilmuan melalui kuliah tamu, seminar, mentoring akademik, dan kolaborasi riset.
- Sinergi karier melalui jejaring kerja, magang, dan kolaborasi profesional.
- Sinergi dakwah dan pengabdian masyarakat berbasis kebutuhan umat.
- Sinergi pembangunan reputasi melalui penguatan branding FAI UAD di ruang publik, baik nasional maupun global.
- Pembentukan forum alumni yang aktif dan produktif dengan program mentoring, beasiswa, dan pembinaan berkelanjutan.
Beliau juga menjelaskan bahwa sinergi ini tidak hanya berdampak bagi fakultas, seperti meningkatnya reputasi, penguatan branding, dan tumbuhnya kultur keilmuan Islam berkemajuan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi alumni berupa perluasan jejaring profesional, peningkatan kapasitas, peluang karier dan bisnis, hingga wadah silaturahmi dan publikasi prestasi.
Acara ditutup dengan pemutaran video kilas balik masa perkuliahan yang menghadirkan suasana haru. Saat lampu dipadamkan, para alumni larut dalam kenangan. Menyadari bahwa waktu boleh berlalu, tetapi ikatan emosional dengan almamater tetap terjaga.


