Membaca Sejarah Pendidikan Islam Secara Global lewat Visiting Lecture FAI UAD
FAI NEWS— Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kegiatan visiting lecture pada Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan menghadirkan narasumber Reza Noormansyah, M.A, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tidar. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 12 Januari 2026, bertempat di Universitas Ahmad Dahlan.
Visiting lecture ini merupakan bagian dari perkuliahan mata kuliah Sejarah Pendidikan Islam yang diampu oleh Dr. Arif Rahman, M.Pd.I. Dalam keterangannya, Arif menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa melalui sharing knowledge dari para pakar dan praktisi lintas disiplin keilmuan.

Peserta Visiting Lecture bersama pemateri Reza Noormansyah, M.A
“Visiting lecture ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih segar dan kontekstual, sehingga perkuliahan menjadi lebih dinamis. Mahasiswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga terdorong untuk mengelaborasi gagasan dan mengasah daya critical thinking, khususnya dalam kajian sejarah pendidikan Islam,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Arif menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari realisasi kerja sama antara FAI UAD dan FISIP Universitas Tidar Magelang, yang diarahkan untuk memperkaya perspektif keilmuan mahasiswa melalui kolaborasi antarperguruan tinggi.
Pada kesempatan tersebut, Reza Noormansyah, M.A, yang selama ini berkecimpung dalam kajian geopolitik dan hubungan internasional Timur Tengah, menyampaikan materi berjudul “Make Islamic Education Great Again: Merangkai Puzzle Sejarah Pendidikan Islam.” Ia membuka sesi kuliah dengan pemaparan gambaran umum dunia Arab (Timur Tengah) dari aspek geografis dan demografis.

Penanda tanganan dokumen MoA dan realisasi kerja sama antara fai uad dan fisip untidar
Menurut Reza, perubahan dan pergeseran dinamika di dunia Arab tidak dapat dilihat semata-mata dari unsur politik, terlebih fenomena kontemporer yang sedang berlangsung. Namun demikian, ia mengakui bahwa kawasan Timur Tengah memiliki pengaruh yang cukup kuat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan.
“Jika dikaitkan dengan Islam di Indonesia, terdapat benang merah yang jelas dan saling terhubung dengan Timur Tengah sejak berabad-abad silam. Di sinilah pentingnya mengkaji sejarah pendidikan Islam dengan beragam pendekatan dan perspektif agar pemahaman kita menjadi lebih utuh,” jelasnya.
Melalui kegiatan visiting lecture ini, FAI UAD berharap mahasiswa PAI tidak hanya memahami sejarah pendidikan Islam secara normatif, tetapi juga mampu melihatnya dalam konteks global, historis, dan multidimensional, sehingga relevan dengan tantangan pendidikan Islam di masa kini dan masa depan.



