Asosiasi Guru PAI Indonesia Kunjungi FAI UAD
Yogyakarta, FAI TERKINI – Fakultas Agama Islam menerima kehadiran dari Asosiasi Guru PAI Indonesia perwakilan area DIY. Pertemuan yang berlangsung di ruang meeting FAI UAD di hadiri oleh Dekan Bapak Dr. H. Nur Kholis, S.Ag., M.Ag dan Wakil Dekan Bapak Arif Rahman, M.Pd.I. Sedangkan dari AGPAII DIY sendiri diwakili oleh Bapak Ahmad Saifuddin (ketua DPW AGPAII DIY), Bapak Sarino (Sekretaris DPW AGPAI DIY) dan Bapak Dwi Priana (Bid. Hubungan antar lembaga). Agenda pertemuan tersebut diawali komunikasi yang sudah terjalin sebelumnya, dimana AGPAII dan FAI UAD sudah menjalin ikatan kerjasama melalui prodi MPAI. AGPAII DIY sendiri sebagaimana disampaikan oleh Ahmad Sifuddin memiliki keanggotaan yang cukup banyak mencakap 1.200 lebih.
Isu yang kami dorong saat ini adalah peningkatan kompetensi guru PAI di DIY terutama untuk studi lanjut S2. kami melihat UAD secara institutional sangat layak dalam pengembangan kompetensi guru. Di samping itu pula, Saifuddin menambahkan wadah Asosiasi guru PAI ini sendiri saat ini sudah mengarahkan kepada pengembangan digitalisasi seperti produk RPP, aplikasi group GPAI, bahkan modul-modul disediakan secara digital melalui aplikasi tersebut yang dikembangkan oleh asosiasi ini. Dengan potensi ini berharap terwujudnya mekanisme kerjasama yang intensif dengan FAI UAD.
Dalam forum tersebut Dr. Nur Kholis merespons hal tersebut mengucapkan apresiasi dan menyambut baik niat AGPAII memandang UAD sebagai kitra dalam kerjasama kedepan. Terkait dengan mekanisme studi lanjut GPAI melalui AGPAII, beliau akan segera menindaklanjuti dengan pimpinan Universitas agar terwujudnya skema yang pas untuk mengakomodir dan menindaklanjuti inisiatif yang dilakukan AGPAII, terutama mendorong dan mengakomodir guru-guru PAI di DIY untuk studi lanjut di MPAI UAD. Pembahasan lain juga di diskusikan dalam forum tersebut tentang agenda pelaksanaan kegiatan dan pengabdian yang melibatkan FAI dan AGPAII akan semakin banyak dilakukan. (AR)










Terdapat dua program besar untuk tahap pertama, yakni pembinaan alih profesi dan pembinaan keagamaan. Tahap selanjutnya yang menjadi target jangka panjang adalah pemberdayaan tidak hanya dari segi ekonomi dan keagamaan, tetapi juga infrastruktur. Pembinaan alih profesi adalah implementasi dari peralihan profesi 12 orang warga Kampung Sudagaran, semula berprofesi sebagai peternak babi, kini hijrah ke pekerjaan lain seperti pengolahan tahu, ternak sapi, dan membuka toko kelontong. Sementara pembinaan keagamaan sejauh ini masih difokuskan pada pengajian dan TPA untuk anak-anak.
Kegiatan dilanjutkan dengan laporan tahunan pelaksanaan program Kopertais III disampaikan oleh Muhammad Ridwan selaku Kasubag Bina PTKIS Kopertais III. Dalam laporannya disampaikan bahwa harapan agar FORKOM sebagai forum interaksi antar kampus di bawah naungan Kopertais III dapat membantu dan mensupport dosen PTKIS. Salah satunya dalam hal pengurusan jabatan fungsional dan sertifikasi dosen. Saat ini pihak Kopertais III sedang mengupayakan usulan pengurusan jabatan fungsional secara langsung untuk dosen PTKIS, baik pada level lektor hingga guru besar, tanpa harus melalui Dikti sebagaimana saat ini. 
Mahasiswa UAD Nandang Suhendang dinobatkan sebagai best participant mewakili Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam kegiatan tersebut.
Kemendikbud merancang program ini dalam rangka bentuk dari implementasi kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) yang fokus pada peningkatan kapasitas dan kompetensi mahasiswa Indonesia untuk mendorong munculnya wirausahawan mahasiswa di Indonesia. Adapun tujuan dari program ini adalah menumbuhkan karakter wirausaha pada mahasiswa, menumbuhkembangkan wirausaha baru kreatif dan inovatif, membantu mahasiswa dalam menentukan keunikan usaha dengan menemukan celah pasar yang tepat untuk meningkatkan peluang keberhasilan usaha, dan membantu tumbuhnya UMKM yang ada di Indonesia khususnya yang terkena dampak dari pandemi covid-19.
Kegiatan Berwirausaha Mahasiswa Indonesia (KBMI) merupakan upaya untuk mendorong munculnya wirausahawan muda di PT, Direktorat Belmawa Ditjen Dikti Kemdikbud. Program KBMI ini juga diharapkan mampu mendukung visi misi pemerintah yang tertuang dalam Renstra Kemdikbud untuk pengembangan wirausaha baru dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Program KBMI diharapkan juga dapat menghasilkan karya kreatif dan inovatif dalam membuka peluang usaha yang berguna bagi mahasiswa setelah menyelesaikan studi.
Dr. H. Nur Kholis, S.Ag., M.Ag (Dekan FAI Universitas Ahmad Dahlan) dalam sambutannya menyebutkan bahwa acara sarasehan ini merupakan salah satu agenda dari rentetan agenda milad FAI yang memasuki usia perak. Momentum tersebut juga ia manfaatkan untuk memperkenalkan lima dosen baru di FAI, yaitu Dr. Sri Rofiana, M.Pd. dan Dr. Abdul Hopid, M.Ag., yang akan diperbantukan di Prodi Pendidikan Agama Islam; Qaem Aulassyahied, S.Th.i., M.Ag., yang akan diperbantukan di Prodi Ilmu Hadis; Sunu Prasetya, S.E.Sy., M.E., dan Alfina Rahmawati, S.E.I., M.E.I., yang akan diperbantukan di Prodi Perbangkan Syariah (PBS).