Mahasiswa PBS Jadi Jawara dalam LKTI TEMILREG FoSSEI 2021
Yogyakarta, FAI TERKINI – Kelompok Studi Ekonomi Islam Ahmad Dahlan Sharia Economic Forum (KSEI ADSEF) Prodi Perbankan Syariah FAI Universitas Ahmad Dahlan meraih prestasi yaitu juara 2 dalam ajang perlombaan Karya Tulis Ilmiah (KTI) Temu Ilmiah Regional Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam atau TEMILREG FoSSEI 2021. Tim yang terdiri dari Jaini Ihwaniah, Indah Nurul Fatimah dan Novaria Ratnaningtyas, serta dibimbing langsung oleh Bapak Rofiul Wahyudi, S.E.I., M.E.I., membuahkan hasil yang tidak sia-sia. “Tentunya di balik semua itu pasti ada sebuah perjuangan dan perjalanan yang cukup panjang, mulai dari konsultasi terus menerus dengan dosen pembimbing, datang ke kampus dari pagi sampai sore, bahkan sampai ke rumah dosen pembimbing demi menyelesaikan karya kami,” tutur Jaini.
“Awalnya kami tidak menyangka akan mendapatkan juara, namun dosen pembimbing kami terus memberikan motivasi serta optimis yang sangat tinggi kepada kami. Pada saat masuk 10 besar paper atau babak eliminasi kami senang sekali karena kami benar-benar tidak menyangka. Setelah itu kami terus dibimbing oleh dosen pembimbing di mana kami diajarkan menjadi seorang presenter yang baik, dan kami dikasih tips yang sangat bagus dalam melakukan persentasi. Pada saat masuk final tentunya kami sangat gugup, hehe. Karena saingan yang kami hadapi cukup berat, alhamdulillah kami bisa melewatinya. Ternyata Allah mempunyai skenario yang sangat baik, dan alhamdulillah kami mendapatkan juara. Tentunya ini menjadi awal langkah bagi kami untuk terus berkarya, jangan sampai kami merasa puas atas kemenangan ini, karena masih banyak peluang di depan untuk meraih prestasi,” ucap Jaini.



Yogyakarta, FAI TERKINI – Fakultas Agama Islam yang diwakili oleh Bapak Akhmad Arif Rifan S.H.I., M.S.I. selaku PSMF mengikuti kegiatan workshop klinik akreditasi AIPT yang diselenggarakan oleh Kopertais 3 Wilayah D.I Yogyakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa-Kamis, 15-17 Juni 2021. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Prof. Suyitno meminta kepada para pimpinan Perguruan Tinggi PTKI untuk selalu membangun budaya mutu di lingkungan PTKI. Menurutnya budaya mutu yang dibangun sejak dini akan menghasilkan akrediasi yang unggul. “Tanpa budaya mutu yang dibangun niscaya akreditasi unggul akan tercapai”, jelasnya. “Saat ini jumlah PTKI swasta jumlahnya terbanyak, keberadaanya sangat penting di tengah masyarakat Indonesia. Jumlah PTKI swasta yang banyak ini perlu bersama-sama berkolaborasi untuk meningkatkan mutu dan kualitas berguruan tinggi yang diwujudkan dengan capaian hasil akreditasi”, pinta Suyitno dalam workshop penguatan akreditasi institusi PTKI, di Jogjakarta, Selasa (15/6/21).








Terdapat dua program besar untuk tahap pertama, yakni pembinaan alih profesi dan pembinaan keagamaan. Tahap selanjutnya yang menjadi target jangka panjang adalah pemberdayaan tidak hanya dari segi ekonomi dan keagamaan, tetapi juga infrastruktur. Pembinaan alih profesi adalah implementasi dari peralihan profesi 12 orang warga Kampung Sudagaran, semula berprofesi sebagai peternak babi, kini hijrah ke pekerjaan lain seperti pengolahan tahu, ternak sapi, dan membuka toko kelontong. Sementara pembinaan keagamaan sejauh ini masih difokuskan pada pengajian dan TPA untuk anak-anak.
Kegiatan dilanjutkan dengan laporan tahunan pelaksanaan program Kopertais III disampaikan oleh Muhammad Ridwan selaku Kasubag Bina PTKIS Kopertais III. Dalam laporannya disampaikan bahwa harapan agar FORKOM sebagai forum interaksi antar kampus di bawah naungan Kopertais III dapat membantu dan mensupport dosen PTKIS. Salah satunya dalam hal pengurusan jabatan fungsional dan sertifikasi dosen. Saat ini pihak Kopertais III sedang mengupayakan usulan pengurusan jabatan fungsional secara langsung untuk dosen PTKIS, baik pada level lektor hingga guru besar, tanpa harus melalui Dikti sebagaimana saat ini. 
Mahasiswa UAD Nandang Suhendang dinobatkan sebagai best participant mewakili Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam kegiatan tersebut.
