FAI UAD & FAI Universitas Muhammadiyah Palembang Adakan Semnas Literasi Digital

Yogyakarta, FAI TERKINI – Senin, 7 Februari 2022 tepat pukul 08.00 WIB Fakultas Agama Islam UAD mengadakan seminar nasional bekerja sama dengan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang. Acara tersebut bertemakan “Digital Literacy for Student in the era and society 5.0: Challenges and Opportunities”. Acara berlangsung selama empat jam dengan empat pembicara utama.

Dr. Arif Rahman, wakil dekan fakultas agama islam menuturkan dalam sambutannya, bahwa acara yang diselenggarakan bersama ini merupakan langkah untuk membangun silaturahmi dan kerja sama lebih jauh lagi diantara dua fakultas. Beliau menambahkan pula, sebagai fakultas agama islam di bawah naungan Muhammadiyah perlu sekiranya mendalami Literasi Digital. “Pertemuan ini harus terus berlangsung dan kita adakan, agar sama sama belajar mengenai era baru kemanusiaan” Pungkasnya diakhir sambutan.

Acara berlangsung secara hikmat dengan dipantik oleh keempat narasumber, satu dosen dan tiga mahasiswa. Narasumber tersebut salah satunya merupakan dosen FAI UMP, Ustadz Zainuddin. Beliau menuturkan, untuk menuju kepada masyarakat yang siap berliterasi digital dan menghadapi tantangan masyarakat 5.0, Perlu membenahi akhlak dan perilaku kita terlebih dahulu. Selanjutnya, Roisul Ma’ruf sebagai pembicara kedua, pula mengungkapkan perlunya strategi jitu menghadapi zaman serba disrupsi ini. Rois menuturkan, perlu sekiranya berliterasi pada diri sendiri, kemudian membudayakannya. “Jika Indonesia ingin maju, maka semuanya dimulai dari diri kita pribadi, lalu mengembangkannya lagi” tutur Rois. Kemudian, Roin sebagai pembicara ketiga turut memberikan peringatan kepada seluruh hadirin akan pentingnya digital literasi. Roin menjelaskan, untuk memulai langkah tersebut, kita perlu membenahi hal yang paling dasar dalam diri kita, yaitu peran kita sebagai agen of change. Dengan demikian, maka akan lebih mudah melaju kedepan menantang perubahan.

Terakhir, Rendi Herinarso sebagai pembicara ketiga, yang dalam hal ini juga turut memberikan pidatonya berpesan “bahwa era baru telah dimulai, era yang dinamakan dengan era disrupsi, semuanya serba berubah dengan sangat cepat, maka kuasailah diri untuk lebih banyak bersiap menerima dan belajar hal baru”. Rendi juga menambahkan, kegiatan kegiatan keliterasian tidak cukup diadakan pada kampis saja, namun juga perlu dimasyarakatkan. Terakhir, Rendi memungkasi pidatonya bahwa bagaimanapun juga, masyarakat 5.0 akan kita hadapi dan lewati, maka persiapkan diri dengan membaca dan menulis sedari sekarang.

Kegiatan studi banding dan seminar nasional ini berjalan dengan penuh antusias para hadirin. Acara ditutup dengan diiringi lagu yang dibawakan langsung oleh mahasiswi FAI, Devi dan dibarengi foto bersama dua fakultas. Kemudian disusul penyerahan kenang kenangan untuk kedua fakultas dan empat pembicara.