Fai UAD Merancang Empat Skema MBKM Berbasis Rekognisi Projek
Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (FAI UAD) melaksanakan kegiatan Koordinasi Implementasi Program MBKM Skema Rekognisi berbasis Projek pada Jumat, 11 September 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Dekanat FAI Lantai 6, Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang AIK, Akademik dan Kemahasiswaan, Wakil Dekan Bidang SDM dan KKAU, serta para Kepala Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi (Sekprodi) S1 di lingkungan Fakultas Agama Islam UAD.
Kegiatan koordinasi membahas rancangan empat program MBKM yang akan dilaksanakan oleh Fakultas Agama Islam pada semester ini. Program tersebut dirancang sebagai bentuk pengembangan pembelajaran mahasiswa melalui berbagai aktivitas yang dapat direkognisi menjadi bagian dari pembelajaran akademik.
Dalam kegiatan tersebut, Prof. Dr. Suyadi, M.Pd.I. menyampaikan penjelasan mengenai arah pengembangan program MBKM berbasis rekognisi. FAI UAD sedang merancang empat program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dan pengalaman melalui kegiatan yang sesuai dengan bidang akademik maupun potensi yang dimiliki. Melalui skema rekognisi, kegiatan yang dilakukan mahasiswa di luar pembelajaran reguler dapat diakui sebagai bagian dari capaian akademik sesuai dengan ketentuan yang akan ditetapkan.

Penyampaian materi oleh Prof. Dr. Suyadi, M.Pd.I.
Program pertama yang dibahas adalah Asistensi Riset. Program ini dirancang untuk mendorong mahasiswa agar semakin kritis dan memiliki kemampuan nalar akademik yang lebih berkembang. Dalam pelaksanaannya, satu mahasiswa akan mendampingi satu dosen yang memiliki funding riset minimal internal dari LPPM UAD.
Melalui program tersebut, mahasiswa akan terlibat dalam proses penelitian bersama dosen dengan luaran yang diarahkan pada publikasi jurnal nasional Sinta 1 sampai Sinta 4. Hasil publikasi tersebut juga dapat dimanfaatkan mahasiswa sebagai bagian dari tugas akhir. Apabila mahasiswa melalui program asistensi riset mampu menghasilkan publikasi pada jurnal Sinta 1 atau Sinta 2, capaian tersebut dapat direkognisi sebagai tugas akhir sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pembahasan berikutnya adalah program MBKM Membangun Desa berbasis Cabang, Ranting, Ortom, dan AUM. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan di masyarakat melalui lingkungan Cabang, Ranting, Organisasi Otonom, maupun Amal Usaha Muhammadiyah. Kegiatan tersebut direncanakan dapat direkognisi dengan mata kuliah PPL dan KKN.
Dengan skema tersebut, mahasiswa yang telah mengikuti program PKM dosen dapat memperoleh rekognisi sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Rekognisi ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa dalam memperoleh pengalaman sekaligus memenuhi capaian pembelajaran yang ditetapkan dalam kurikulum.
Selanjutnya, dibahas program Studi atau Proyek Independen dalam bentuk Konten Kreator Digital. Program ini ditujukan bagi mahasiswa yang aktif mengembangkan konten melalui media sosial. Mahasiswa yang memiliki minimal tiga akun media sosial, seperti TikTok, Instagram, Facebook, atau Threads, dengan viewer minimal 1.000 dapat mengikuti program tersebut.
Program ini direncanakan memiliki bobot rekognisi sebesar 4 SKS dengan luaran minimal 28 konten digital. Konten dapat diunggah melalui media FAI maupun media sosial mahasiswa yang bersangkutan. Apabila persyaratan dan luaran terpenuhi, kegiatan tersebut dapat direkognisi dengan mata kuliah yang relevan di program studi, seperti Dakwah Digital atau mata kuliah sejenis, dengan bobot 4 SKS.
Program terakhir yang dibahas adalah Kewirausahaan. Program ini dirancang untuk memberikan ruang bagi mahasiswa yang telah menjalankan kegiatan usaha secara mandiri selama masa studi. Salah satu bentuk kegiatan yang berkembang di kalangan mahasiswa adalah menjadi affiliator, selain berbagai bentuk usaha lainnya yang dilakukan secara halal.
Dalam pembahasan tersebut, batasan minimal nominal pendapatan mahasiswa dari kegiatan kewirausahaan masih belum ditetapkan. Namun, mahasiswa yang telah mampu memenuhi kebutuhan selama masa studi melalui kegiatan wirausaha dapat diarahkan untuk memperoleh rekognisi dengan mata kuliah Kewirausahaan atau mata kuliah lain yang relevan sesuai dengan ketentuan program studi.
Program kewirausahaan ini juga diharapkan dapat meningkatkan animo mahasiswa untuk berwirausaha sejak masih berada di bangku kuliah. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi lulusan yang mencari pekerjaan, tetapi juga didorong untuk memiliki kemandirian ekonomi dan mengembangkan usaha yang telah dirintis selama masa studi.
Melalui koordinasi tersebut, Fakultas Agama Islam UAD membahas arah dan rancangan implementasi keempat program MBKM, mulai dari asistensi riset, membangun desa, proyek independen konten kreator digital, hingga kewirausahaan. Masing-masing program memiliki bentuk kegiatan, luaran, serta skema rekognisi yang berbeda sesuai dengan karakteristik kegiatan dan mata kuliah yang relevan.
Koordinasi ini menjadi langkah awal dalam mematangkan pelaksanaan program MBKM berbasis rekognisi di lingkungan FAI UAD. Selanjutnya, fakultas dan program studi akan menindaklanjuti pembahasan terkait mekanisme pelaksanaan, persyaratan, luaran, serta teknis rekognisi pada masing-masing program.
Dengan adanya program tersebut, FAI UAD diharapkan dapat memberikan ruang belajar yang lebih luas kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik, pengalaman di masyarakat, kreativitas digital, dan kemandirian ekonomi. Implementasi MBKM berbasis rekognisi ini juga diharapkan dapat menjadikan pengalaman mahasiswa selama masa studi sebagai bagian yang bermakna dalam proses pembelajaran dan mendukung pencapaian kompetensi lulusan FAI UAD.





Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!