Peningkatan Skill Survei Bagi Mahasiswa FAI UAD

Badan Eksekutif Fakultas Agama Islam Departemen Kajian Strategis, Hukum dan HAM mengadakan Pelatihan Pembuatan Survei. Sabtu 08 Oktober 2022. KASTRAT BEM FAI UAD mengadakan pelatihan pembuatan survei, kegiatan yang disusun dalam rangka menambah dan meningkatkan kemampuan atau skill mahasiswa, khususnya mahasiswa FAI UAD. Kegiatan ini terbuka untuk mahasiswa FAI terkhusus kepada divisi Kastrat masing-masing HMPS dan mahasiswa FAI pada umumnya. Kegiatan ini berlangsung secara luring dari pukul 12.30 sampai pukul 16.00 WIB di ruang serba guna lantai 10 kampus 4 UAD.

Acara berlangsung secara tertib, petunjuk dan teknik dalam pembuatan survei dijelaskan secara detail dan terperinci oleh pemateri yang handal dalam bidangnya. Pemateri dari kegiatan ini adalah Bapak Hanif Cahyo Adi Kistoro, S. Ag., M. A, seorang dosen UAD yang mengajar di program studi PAI. Kegiatan ini dimoderatori oleh Alfathurofi A.A, mahasiswa jurusan bahasa dan sastra arab angkatan 2021.

Kegiatan pelatihan pembuatan survei ini dihadiri oleh 27 mahasiswa yang menjadi peserta. Minat besar oleh peserta dibuktikan ketika acara berlangsung dengan begitu antusias mengikuti hingga selesai.

Marjuki Al Mujakir, ketua panita pelatihan pembuatan survei menuturkan dalam sambutannya bahwa acara ini merupakan wadah bagi mahasiswa untuk menggali potensi yang ada, di zaman yang terus berkembang haruslah ada skill yang dimiliki oleh mahasiswa. “Semoga kegiatan ini dapat menambah skill kita yang bisa dimanfaatkan untuk mengumpulkan data dan menganalisis bukan hanya dalam lingkup kampus tetapi juga diluar kampus”. Tuturnya diakhir sambutan.

Hanif Cahyo, pemateri pelatihan pembuatan survei juga menuturkan bahwasannya survei merupakan sarana paling efektif dalam mengumpulkan data dan sudah menjadi bagian dari pemerintah yang tak terpisahkan. “setelah pelatihan ini adik-adik bisa memanfaatkan apa yang sudah didapat untuk lebih tauh baik itu tentang persoalan yang ada pada lingkungan kampus ataupun data-data yang sudah dikumpulkan bisa dijadikan bahan acuan jika diperlukan dikemudian hari”. Tambahnya.

Diakhir kegiatan pelatihan, semua peserta mampu menyelesaikan tantangan dari pemateri yaitu bagaimana mengumpulkan data secara baik dan benar dengan warung makan, café dan mahasiswa sebagai objeknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.