Doktor Studi Islam UAD Makin Diminati, Angkatan Keempat Sambut 31 Mahasiswa Baru

Sambutan Wakil Rektor II bidang akademik UAD
Yogyakarta — Program Doktor Studi Islam Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyambut 31 mahasiswa baru angkatan keempat dalam acara Penyambutan dan Kuliah Perdana, Kamis (15/10/2026). Berlangsung di Ruang Kaca Barat, Gedung Utama UAD, Yogyakarta, kegiatan ini diikuti mahasiswa baru dan mahasiswa angkatan sebelumnya secara luring dan daring.
Acara tersebut turut dihadiri Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UAD, jajaran dosen tetap Program Doktor Studi Islam, serta staf dan tenaga kependidikan.
Dalam arahannya, Wakil Rektor Bidang Akademik UAD, Prof. Ir. Sunardi, S.T., M.T., Ph.D., menyampaikan selamat datang kepada mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ia mengapresiasi kepercayaan mereka untuk melanjutkan pendidikan doktoral di UAD.
Sunardi menyoroti perkembangan Program Doktor Studi Islam yang kini memasuki tahun kedua dan telah menerima empat angkatan mahasiswa. Dengan 31 mahasiswa baru, angkatan keempat menjadi angkatan dengan jumlah mahasiswa terbanyak sejak program ini dibuka.
“Kami sangat mengapresiasi perkembangan Doktor Studi Islam yang terus menunjukkan progresivitasnya, baik keilmuan, jejaring akademik, dan keberlangsungan prodi,” ungkapnya.

Mahasiswa program doktor S3 Studi Islam Universitas Ahmad Dahlan
Menurut Sunardi, respons positif dari berbagai mitra terhadap pendidikan doktoral di UAD menjadi modal untuk terus mengembangkan program. Ia menyampaikan bahwa UAD berupaya menawarkan solusi bagi masyarakat yang ingin melanjutkan studi ke jenjang doktor.
Dalam kesempatan itu, ia juga memperkenalkan empat program doktor di UAD, yakni Farmasi di Fakultas Farmasi, Ilmu Pendidikan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Informatika di Fakultas Teknologi Industri, serta Studi Islam di Fakultas Agama Islam. Masing-masing memiliki kekhasan yang menjadi ruang pengembangan keilmuannya.
Secara khusus, Sunardi menaruh perhatian pada potensi nilai-nilai lokalitas dalam pengembangan Studi Islam. Menurutnya, lokalitas dapat menjadi karakteristik tersendiri yang memperkaya kajian keislaman di UAD.
Arahan tersebut menjadi pengantar bagi mahasiswa baru untuk mengenali lingkungan akademik dan arah pengembangan program studi. Pertemuan yang juga melibatkan mahasiswa angkatan sebelumnya ini sekaligus membuka ruang perkenalan dan interaksi di lingkungan Program Doktor Studi Islam UAD. (Ar)

