FAI UNWIR Kunjung FAI UAD Untuk Belajar

Yogyakarta, FAI TERKINI – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerima kunjungan akademik dari Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Wiralodra (Unwir), Indramayu Jawa Barat. Kunjungan Akademik itu sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kedua lembaga bidang Tridarma Perguruan Tinggi yang dipimpin Dekan FAI Unwir H Ibnu Rusydi MA diterima langsung Dr Nur Kholis MAg (Dekan FAI-UAD).
Nur Kholis mengatakan, pengembangan fakultas harus dilakukan secara bertahap mulai dari pembenahan layanan, pelaksanaan perkualiahan hingga promosi. FAI-UAD telah melaksanakan trial and error pada setiap unsur-unsur penting kelembagaan tersebut. “Kini kami jauh lebih stabil dari hasil kontribusi semua pihak, termasuk sinergi antara dosen dan mahasiswa,” ujarnya di kampus 4, Ringroad Selatan, Sabtu (1/2/2020).
H Ibnu Rusydi mengatakan, FAI Unwir dapat meneladani strategi pengembangan mutu kelembagaan yang dipraktikkan FAI UAD. “Saya melihat belakangan ini Muhammadiyah melalui Perguruan Tinggi Muhammadiyah mengalami perkembangan sangat pesat di berbagai daerah,” ujarnya. Ibnu Rusydi berharap, baik FAI-Unwir dan FAI-UAD dengan adanya MoU dapat menjadi bukti bahwa antara lembaga NU dan Muhammadiyah dapat bekerja sama dengan baik pada aspek jalinan ukhuwah maupun kelembagaan.



Dalam rangkaian tersebut, di tempat berbeda dilakukan Joint International Seminar bertema: Islamic Studies Challenges and Prospects atau Tantangan dan Peluang Studi Islam di kampus 4 Ringroad Selatan. Seminar menghadirkan narasumber Prof Dr Norhaiyati Abdul Muin (UiTM), Dr Yoyo MA (Kaprodi Sastra Arab FAIUAD) dan Hanifah Salsabila M.Pd. dengan moderator Arif Rahman M.Pd.I. Norhaiyati melakukan presentasi hasil penelitian, perempuan di Kelantan Malaysia kebanyakan berdagang bernaga dibandingkan pria. Berdagang sebagai bentuk amalan agama Islam untuk bertawakal. Sementara Yoyo mengupas ujaran kebencian di media online dikaitkan ajaran agama serta Hanifah Salsabila mengamati fenomena siswa/santri tinggal di pondok pesantren dalam era industn digital 4.0.
Yogyakarta, 
