FAI UAD Gandeng Kopertais Selenggarakan MoU dengan 38 Perguruan Tinggi
Yogyakarta, FAI TERKINI – FAI UAD menggandeng Kopertais dan 38 Perguruan Tinggi Islam dari berbagai daerah untuk melaksanakan MoU secara virtual. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh 38 Perguruan Tinggi Islam tersebut merupakan upaya sinergi yang nyata dari lembaga-lembaga pendidikan tinggi bernafaskan Islam di Indonesia.
Acara yang digagas oleh segenap pengurus dan anggota Kopertais pada Hari Selasa (28/09/2021) dilaksanakan pukul 13:00 WIB menggunakan Zoom Cloud Meeting. Dalam acara ini, Drs. H. Taufit Sakni., M.Pd.I, selaku Ketua forum PTKIS Wilayah VII Sumatera sekaligus STIT-YPI Lahat mewakili untuk membuka acara sambutan. Beliau menyampaikan bahwa penandatanganan MoU secara daring ini digagas oleh forum PTKIS Wilayah III DIY dan PTKIS Wilayah VII Sumatera bagian selatan. Taufit berharap agar antar perguruan tinggi dapat bekerja sama untuk saling melakukan perbaikan dan kemajuan dalam berbagai bidang. Selanjutnya sambutan kedua disampaikan oleh Dekan FAI UAD sekaligus Ketua PTKIS Wilayah III, Dr. Nur Kholis, S.Ag., M.Ag. Dalam sambutannya, Nur Kholis menginginkan implementasi MoU antara PTKIS Wilayah III dan VII yang mengarah pada pelaksanaan kewajiban tri dharma perguruan tinggi.
Acara yang dimoderatori oleh Doly Nofiansyah, S.E., M.Si. berlangsung semarak, terlihat setiap perwakilan PTKIS mengikuti acara dengan semangat dan antusias. Mengingat ini merupakan momen pertama kalinya diselenggarakan acara yang melibatkan 38 PTKIS secara serentak melalui media virtual. Selanjutnya sambutan disampaikan oleh Ahmad Zainuri, sekretaris Kopertais Wilayah VII yang dalam penyampaiannya menegaskan untuk menindaklanjuti MoU ke dalam agenda kolaborasi yang nyata seperti workshop bersama untuk merdeka belajar dan kampus merderka, kolaborasi dalam publikasi, dan juga lomba-lomba antar mahasiswa di lingkungan PTKIS. Sambutan terakhir disampaikan oleh Dr. Khamim Zarkasih selaku Sekretaris Kopertais Wilayah III yang mengungkapkan bahwa representasi pendidikan masa depan adalah pendidikan yang mampu melakukan kolaborasi bukan sekedar menjadi baik sendiri-sendiri, sehingga antar kopertais harus dapat saling bersinergi melalui kompetensi dan kompetisi mahasiswa di kancah nasional dan internasional.
Sebagai panitia teknis penyelenggara MoU 38 lembaga ini, FAI UAD tentu mendapat kehormatan yang luar biasa untuk membersamai pimpinan PTKIS lintas daerah di Indonesia untuk menjadi bagian penting dari sejarah dan momentum pergerakan sistem pendidikan tinggi yang futuristik. Khususnya dalam mengoptimalkan potensi besar akademisi dari berbagai daerah dalam bidang Islamic studies.














Dr. H. Ansori, M.Ag (Kepala LPPM IAIN Purwokerto) dalam pembukaannya menyebutkan bahwa riset harus menjadi tradisi bagi akademisi, terlebih lagi Dosen dan Peneliti di Lingkungan IAIN Purwokerto. Ia melanjutkan, bahwa selama ini institusi telah menyediakan anggaran penelitian namun serapannya kurang maksimal. Oleh karena itu, kinerja dosen di bidang penelitian harus ditingkatkan.
Kedua belah pihak menyepakati untuk kolaborasi dalam banyak kegiatan, seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, pembimbing tesis dan disertasi, join riset dan publikasi bersama, termasuk FGD rekonstruksi kurikulum program doktor dan magister merespon kebijakan kampus merdeka. Dr. Suyadi, M.Pd.I Mengatakan, “meskipun dalam Permendikbud No. 3 Tahun 2020 Pasal 15 ayat 6 menyebutkan bahwa kebijakan Kapus Merdeka hanya untuk Program Sarjana dan Sarjana Terapan, tetapi hal itu bukan berarti Pascasarjana tidak merdeka.” Menurutnya, justru karena selama ini Program Magister dan Doktor “Telah Merdeka” maka tidak perlu diatur lagi bagaimana menjadi kampus merdeka. 

Selain penyaluran bantuan, pada kesempatan tersebut Baznas Kota Jogja juga menjalin kerja sama dengan BRI Syariah serta Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kerja sama dengan BRI Syariah berkaitan untuk sinergi program pada tahun mendatang. Sedangkan kerja sama dengan UAD berkaitan penguatan program pemberdayaan di Kampung Sodagaran.
Respons baik disampaikan dari pihak Kemenlu Bapak Dede, “kami sangat senang dengan hasil temuan oleh tim riset FAI UAD, apalagi sudah bersusah payah harus turun kelapangan di tengah pandemi seperti ini, dan sudah nampak variabel-variabel dan poin penting dari penelitian ini. Kami akan merespons kajian ini agar peluang dan perkembangan halal fashion di Indonesia menjadi perhatian yang besar oleh pemerintah dan pelaku usaha memiliki kesempatan untuk memasarkan produk mereka melalu mekanisme ekspor yang mudah”. FGD yang dipandu oleh ibu Fitriasari, M.A tersebut kemudian ditutup setelah secara bergiliran beberapa pembicara dari Disperindag dan Bp. Akhsyim (dosen UII) memberikan masukan atas penelitian ini. (AR)