Fakultas Agama Islam Gelar Pengajian Bulanan dengan Tema: Berdamai dengan Musibah
Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (FAI UAD) menggelar kegiatan Pengajian Bulanan Fakultas Agama Islam pada 25 September 2026 dengan mengangkat tema “Berdamai dengan Musibah”. Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Qaem Aulassyahied, S.Th.I., M.Ag. sebagai pemateri. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Kaca Timur, Lantai 10 Kampus IV, Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Dosen Fakultas Agama Islam.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Prof. Suyadi selaku Dekan Fakultas Agama Islam UAD. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kegiatan pengajian sebagai ruang untuk memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus menjadi sarana refleksi bagi keluarga besar FAI dalam menghadapi berbagai persoalan dan ujian kehidupan. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pengajian dengan baik dan mengambil hikmah dari materi yang disampaikan.

Sambutan Oleh Dekan Fakultas Agama Islam Prof. Dr. Suyadi, M.Pd.I.
Selanjutnya, materi pengajian disampaikan oleh Ustadz Qaem Aulassyahied, S.Th.I., M.Ag. dengan tema “Berdamai dengan Musibah”. Dalam pengajiannya, disampaikan bahwa keislaman seseorang tidak menjadikan dirinya terbebas dari musibah. Musibah dapat menjadi bagian dari perjalanan kehidupan sekaligus menjadi ujian terhadap keimanan seseorang. Oleh karena itu, setiap muslim perlu memahami bagaimana Islam memberikan tuntunan dalam menghadapi dan menyikapi musibah.
Pemateri mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya melihat musibah dari sisi kesulitan yang dihadapi, tetapi juga berusaha menemukan nilai dan pelajaran yang dapat diambil dari setiap peristiwa. “Musibah tidak selalu berarti akhir dari segalanya. Bisa jadi, dari sesuatu yang kita anggap berat, Allah sedang mengajarkan kepada kita sesuatu yang belum kita pahami,” jelas Ustadz Qaem Aulassyahied, S.Th.I., M.Ag.

Penyampaian Materi Pengajian Oleh Ustadz Qaem Aulassyahied, S.Th.I., M.Ag.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa menghadapi musibah membutuhkan kesabaran, keikhlasan, ikhtiar, dan tawakal. “Berdamai dengan musibah bukan berarti kita harus menyukai musibah tersebut, tetapi bagaimana kita menerima kenyataan, tetap berusaha, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah,” ungkapnya.
Materi juga menekankan bahwa musibah tidak semata-mata dipandang sebagai kesulitan, tetapi dapat menjadi starting point bagi seseorang untuk meningkatkan keimanan, memperkuat kesabaran, serta melakukan refleksi terhadap kehidupan. Islam mengatur bagaimana seorang muslim menghadapi musibah dengan sikap yang tepat dan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman.
Melalui kegiatan ini, mengajak seluruh Dosen dan peserta kajian untuk memahami bahwa setiap musibah memiliki hikmah yang dapat dijadikan pembelajaran. Sikap dalam menghadapi musibah menjadi bagian penting dari kehidupan seorang muslim, sehingga ujian yang datang dapat dihadapi dengan lebih bijaksana dan tidak menjauhkan diri dari Allah SWT.
Pengajian Bulanan FAI diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus memberikan penguatan bagi keluarga besar FAI UAD dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Dengan memahami cara menyikapi musibah sesuai tuntunan Islam, setiap individu diharapkan mampu mengambil hikmah dan menjadikan setiap ujian sebagai bagian dari proses untuk menjadi pribadi yang lebih baik.





