Prodi Perbankan Syariah Melangsungkan Halal bihalal Secara Daring
Yogyakarta, FAI TERKINI –Alhamdulillahirabilalamiin, pada Hari Selasa, 25 Mei 2021 segenap dosen dan mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah telah melangsungkan acara halalbihalal virtual untuk menyambut bulan syawal dan bersilaturahmi. Kegiatan halalbihalal terebut mengusung tema “Jauh di Mata, Dekat di Hati, Walau Pandemi Melanda Tetap Jalin Silaturahmi”. Walaupun dilaksanakan secara daring, akan tetapi mahasiswa tetap antusias untuk mengikuti kegiatan tersebut. Acara ini dimulai tepat pukul 08.45 WIB. Acara ini dipandu oleh pembawa acara dari mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah angkatan 2018 dan 2020, yaitu Annisa Millania dan Fachri Amirul. Acara dimulai dengan pembukaan kemudian dilanjutkan dengan lantunan kalam ilahi yang dibawakan oleh mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah angkatan 2020 yaitu Isyfan Ibnu Syahda.
Acara dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Kaprodi Perbankan Bapak Dwi Santosa Pambudi, S.H.I., M.S.I. Setelah beliau menyampaikan sambutan dan menyapa seluruh mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, kemudian memasuki acara inti yaitu tausiyah syawal. Tausiyah Syawal yang pertama disampaikan oleh salah satu mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah angkatan 2018 Aisyah Rohma Danita, kemudian tausiyah syawal kedua disampaikan oleh Ustadz H. Rahmadi Wibowo Suwarno, Lc. M. A., M.Hum.
Setelah tausiyah syawal selesai, dilanjutkan dengan ikrar syawal yang dipandu oleh Bapak Andy Putra W, S.E.I., M.S.I. Setelah pembacaan ikrar syawal selesai, kemudian memasuki acara ice breaking yaitu kuis dengan menggunakan media quizziz, di mana seluruh mahasiswa wajib mengikuti kuis yang terdiri dari sepuluh soal random. Terdapat tiga mahasiswa pemenang kuis yang kemudian mendapatkan hadiah give away dari Prodi Perbankan Syariah. Acara ini berakhir pada pukul 12.30 WIB dan diakhiri dengan membaca doa bersama dan sesi foto bersama.
- Foto bersama virtual
- Panitia Halal Bihalal Virtual PBS




Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa PBS UAD mengetahui apa saja yang menjadi Tantangan dan Prospek Keuangan Islam khususnya dalam bidang Teknologi. Pemateri yang merupakan pelaku dalam Teknologi Keuangan Islam, dapat memberikan gambaran riil bagaimana realita yang ada di lapangan, sehingga mahasiswa mampu menyiapkan pengetahuannya tentang Teknologi Keuangan Islam. Fokus pembahasan dalam Visiting Lecturer kali ini adalah Financial Technology in Islamic Finance: Development, Challenges, and Prospects in Indonesia. Dalam penjelasannya pemateri menyampaikan, pada masa sekarang kebutuhan pelayanan atau jasa keuangan dalam dunia teknologi sangat tinggi, sehingga mahasiswa di harapkan juga mempelajari dan mengetahui Sistem yang Mengoperasikan pelayanan tersebut, khususnya dalam bidang Perbankan.
Agenda stadium general ini diselenggarakan rutin oleh Program Studi Perbankan Syariah tiap semesternya dengan mendatangkan pakar dan ahli dalam bidangnya. Adapun kuliah umum kali ini Program Studi Perbankan Syariah mengundang Prof. Dr. M. Nur Rianto Al Arif, M.Si sebagai narasumber yang merupakan guru besar dalam bidang Ekonomi Islam. Beliau juga merupakan Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Tema yang diangkat pada stadium general kali ini ialah “Daya Saing Bank Syariah di Masa Covid-19”. Fokus pembahasan dalam stadium general ini adalah bagaimana strategi dan cara Bank Syariah untuk bertahan di masa pandemi ini. Beliau juga menyampaikan ada beberapa alternative strategi yang bisa di lakukan seperti spin-off, Merger Antar Bank Syariah, Akuisisi Unit Usaha Syariah oleh Bank Umum Syariah dan konversi Bank Induk menjadi Bank Umum Syariah. 

Acara ini dibuka dengan kegiatan membaca ayat suci Alquran, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan materi dari narasumber. Dalam sambutannya, Farid Setiawan, selaku ketua program studi PAI menyampaikan bahwa pendidikan agama saat ini bisa diterapkan secara fungsional, sehingga arahnya bukan hanya semata-mata untuk aspek pengetahuan, tapi juga untuk afektif dan jadi penggerak aktivitas manusia. sedangkan Nur Kholis, Dekan FAI, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Muhammadiyah telah melakuka lompatan dalam peningkatan sumber daya insani berkemajuan. Sejak lama muhammadiyah sudah melakukan pendidikan berkonsep modern antara pendidikan islam dengan umum serta mengintegrasikan pendidikan di sekolah dengan keluarga dan massyarakat. Oleh karena itu, diharapkan tidak ada lulusan pendidikan Muhammdiyah yang menjadi individualis.
Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan untuk melantik para pengurus periode baru juga untuk merancang program kerja dalam satu tahun masa kerja. Pada Muskerwil tahun 2020 ini, tema yang diusung adalah “Garuda di Dadaku, Tafsir Hadits di Hatiku”.
Menurutnya, ada tiga hal yang mendasari dirinya dalam proses kreatif dalam menulis buku Teologi Kemenangan. Pertama, refleksi dari yang disampaikan Pramoedya Ananta Toer, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Kedua, rasa tanggung jawab terhadap keilmuan yang ia pelajari, bahwa ilmu pengetahuan harus dibumikan. Ketiga, Haryono ingin menggambarkan dan menyampaikan autokritik terhadap keberagaman realitas sosial, seperti penindasan, hujat-menghujat, dan kepongahan beragama. 