Peningkatan Literasi Perbankan Syariah Berbasis Digital
Yogyakarta, FAI TERKINI – Merajalelanya kasus pinjaman online/pinjol dan rentenir mulai dari kota hingga pedesaan memerlukan aksi pencegahan yang masif melalui penguatan literasi. Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD), kamis (17/06/2021) melakukan pelatihan peningkatan literasi perbank

an syariah berbasis digital platform bagi warga PRM Balecatur, Balecatur, Gamping, Sleman.
Narasumber dalam pelatihan tersebut adalah Rofiul Wahyudi, S.E.I, M.E.I. dan Priyono Puji Prasetya, M.Si (Dosen Prodi Perbankan Syariah, Fakultas Agama Islam), serta dimoderatori sekteraris PRM Dadi. “Tujuan literasi ini untuk meningkatkan literasi masyarakat agar tidak terjebak dalam pinjol dan rentenir. Selain itu, dikenalkan salah satu perangkat teknologi (digital platform) yang digunakan untuk sosialisai cara menghitung angsuran pembiayaan. dengan mengetahui penggunaan aplikasi ini, paling tidak dengan ini masyarakat akan lebih memahami tentang pinjaman dan tidak terjebak pinjol/rentenir,” ujar rofiul.
Sementara itu, acara tersebut dihadiri oleh Pimpinan Ranting Balecatur Selatan dan juga warga muhammadiyah, yang dilaksanakan di masjid Al-Maun, Jitengan.




Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa PBS UAD mengetahui apa saja yang menjadi Tantangan dan Prospek Keuangan Islam khususnya dalam bidang Teknologi. Pemateri yang merupakan pelaku dalam Teknologi Keuangan Islam, dapat memberikan gambaran riil bagaimana realita yang ada di lapangan, sehingga mahasiswa mampu menyiapkan pengetahuannya tentang Teknologi Keuangan Islam. Fokus pembahasan dalam Visiting Lecturer kali ini adalah Financial Technology in Islamic Finance: Development, Challenges, and Prospects in Indonesia. Dalam penjelasannya pemateri menyampaikan, pada masa sekarang kebutuhan pelayanan atau jasa keuangan dalam dunia teknologi sangat tinggi, sehingga mahasiswa di harapkan juga mempelajari dan mengetahui Sistem yang Mengoperasikan pelayanan tersebut, khususnya dalam bidang Perbankan.
Agenda stadium general ini diselenggarakan rutin oleh Program Studi Perbankan Syariah tiap semesternya dengan mendatangkan pakar dan ahli dalam bidangnya. Adapun kuliah umum kali ini Program Studi Perbankan Syariah mengundang Prof. Dr. M. Nur Rianto Al Arif, M.Si sebagai narasumber yang merupakan guru besar dalam bidang Ekonomi Islam. Beliau juga merupakan Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Tema yang diangkat pada stadium general kali ini ialah “Daya Saing Bank Syariah di Masa Covid-19”. Fokus pembahasan dalam stadium general ini adalah bagaimana strategi dan cara Bank Syariah untuk bertahan di masa pandemi ini. Beliau juga menyampaikan ada beberapa alternative strategi yang bisa di lakukan seperti spin-off, Merger Antar Bank Syariah, Akuisisi Unit Usaha Syariah oleh Bank Umum Syariah dan konversi Bank Induk menjadi Bank Umum Syariah. 

Acara ini dibuka dengan kegiatan membaca ayat suci Alquran, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan materi dari narasumber. Dalam sambutannya, Farid Setiawan, selaku ketua program studi PAI menyampaikan bahwa pendidikan agama saat ini bisa diterapkan secara fungsional, sehingga arahnya bukan hanya semata-mata untuk aspek pengetahuan, tapi juga untuk afektif dan jadi penggerak aktivitas manusia. sedangkan Nur Kholis, Dekan FAI, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Muhammadiyah telah melakuka lompatan dalam peningkatan sumber daya insani berkemajuan. Sejak lama muhammadiyah sudah melakukan pendidikan berkonsep modern antara pendidikan islam dengan umum serta mengintegrasikan pendidikan di sekolah dengan keluarga dan massyarakat. Oleh karena itu, diharapkan tidak ada lulusan pendidikan Muhammdiyah yang menjadi individualis.
Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan untuk melantik para pengurus periode baru juga untuk merancang program kerja dalam satu tahun masa kerja. Pada Muskerwil tahun 2020 ini, tema yang diusung adalah “Garuda di Dadaku, Tafsir Hadits di Hatiku”.