PBS Sukses Berdayakan Sudagaran
Yogyakarta, FAI TERKINI – Prodi Perbankan Syariah melakukan silaturahmi ke kantor Kecamatan Tegalrejo untuk tindak lanjut Program Pemberdayaan Masyarakat dari Baznas pada hari Rabu kemarin (09/06). Lokasi yang menjadi target Program Pemberdayaan Masyarakat itu sendiri ialah Kampung Sudagaran, di mana program ini sudah dirancang oleh Kemantren sejak tahun 2019, kemudian di bulan Maret 2021 inilah launching untuk program Pemberdayaan Masyarakat diselenggarakan.
Terdapat dua program besar untuk tahap pertama, yakni pembinaan alih profesi dan pembinaan keagamaan. Tahap selanjutnya yang menjadi target jangka panjang adalah pemberdayaan tidak hanya dari segi ekonomi dan keagamaan, tetapi juga infrastruktur. Pembinaan alih profesi adalah implementasi dari peralihan profesi 12 orang warga Kampung Sudagaran, semula berprofesi sebagai peternak babi, kini hijrah ke pekerjaan lain seperti pengolahan tahu, ternak sapi, dan membuka toko kelontong. Sementara pembinaan keagamaan sejauh ini masih difokuskan pada pengajian dan TPA untuk anak-anak.
Pihak yang bekerjasama dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Kampung Sudagaran antara lain; Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Kementrian Agama Yogyakarta, Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, Muhammadiyah, dan Universitas Ahmad Dahlan. Diharapkan program Pemberdayaan Masyarakat ini tidak hanya sekadar program jangka pendek, tetapi dalam terus berkelanjutan dalam jangka panjang. Demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan berakhlakul karimah, mencipta masjid sebagai basis gerakan sosial kemasyarakatan, dan menwujudkan Jogja sebagai kota hijau dan bersih.

Kegiatan dilanjutkan dengan laporan tahunan pelaksanaan program Kopertais III disampaikan oleh Muhammad Ridwan selaku Kasubag Bina PTKIS Kopertais III. Dalam laporannya disampaikan bahwa harapan agar FORKOM sebagai forum interaksi antar kampus di bawah naungan Kopertais III dapat membantu dan mensupport dosen PTKIS. Salah satunya dalam hal pengurusan jabatan fungsional dan sertifikasi dosen. Saat ini pihak Kopertais III sedang mengupayakan usulan pengurusan jabatan fungsional secara langsung untuk dosen PTKIS, baik pada level lektor hingga guru besar, tanpa harus melalui Dikti sebagaimana saat ini. 
Mahasiswa UAD Nandang Suhendang dinobatkan sebagai best participant mewakili Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam kegiatan tersebut.
Kemendikbud merancang program ini dalam rangka bentuk dari implementasi kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) yang fokus pada peningkatan kapasitas dan kompetensi mahasiswa Indonesia untuk mendorong munculnya wirausahawan mahasiswa di Indonesia. Adapun tujuan dari program ini adalah menumbuhkan karakter wirausaha pada mahasiswa, menumbuhkembangkan wirausaha baru kreatif dan inovatif, membantu mahasiswa dalam menentukan keunikan usaha dengan menemukan celah pasar yang tepat untuk meningkatkan peluang keberhasilan usaha, dan membantu tumbuhnya UMKM yang ada di Indonesia khususnya yang terkena dampak dari pandemi covid-19.
Kegiatan Berwirausaha Mahasiswa Indonesia (KBMI) merupakan upaya untuk mendorong munculnya wirausahawan muda di PT, Direktorat Belmawa Ditjen Dikti Kemdikbud. Program KBMI ini juga diharapkan mampu mendukung visi misi pemerintah yang tertuang dalam Renstra Kemdikbud untuk pengembangan wirausaha baru dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Program KBMI diharapkan juga dapat menghasilkan karya kreatif dan inovatif dalam membuka peluang usaha yang berguna bagi mahasiswa setelah menyelesaikan studi.
Dr. H. Nur Kholis, S.Ag., M.Ag (Dekan FAI Universitas Ahmad Dahlan) dalam sambutannya menyebutkan bahwa acara sarasehan ini merupakan salah satu agenda dari rentetan agenda milad FAI yang memasuki usia perak. Momentum tersebut juga ia manfaatkan untuk memperkenalkan lima dosen baru di FAI, yaitu Dr. Sri Rofiana, M.Pd. dan Dr. Abdul Hopid, M.Ag., yang akan diperbantukan di Prodi Pendidikan Agama Islam; Qaem Aulassyahied, S.Th.i., M.Ag., yang akan diperbantukan di Prodi Ilmu Hadis; Sunu Prasetya, S.E.Sy., M.E., dan Alfina Rahmawati, S.E.I., M.E.I., yang akan diperbantukan di Prodi Perbangkan Syariah (PBS).
“Haflah tahun ini berbeda karena harus tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mengurangi penyebaran Covid-19, sehingga salat tarawih pun belum terbuka secara umum. Sebelumnya lantai satu dan dua penuh, tetapi sekarang lebih sedikit. Mudah-mudahan tidak mengurangi nilai dari haflah,” tutur ketua takmir Masjid Islamic Center sekaligus ketua panitia RDK, Ust. H. Nur Kholis, S.Ag., M.Ag. saat menyampaikan sambutannya, (29 April 2021).
