Bermasyarakat dengan Membuat Dapur Rakyat, Mahasiswa FAI Tunjukkan Kepedulian
Yogyakarta, FAI TERKINI – Keluarga Besar Mahasiswa (KBM ) yang terdiri dari IMM, BEM, DPM, HMPS dan seluruh elemen Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan sukses menyelenggarakan dapur rakyat yang ketiga, Minggu, 3 Januari 2021. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat yang terdampak perekonomianya akibat Covid-19 berupa paket pangan dan uang bagi masyarakat di TPST Piyungan, yang sebelumnya dilaksanakan di Kota Yogyakarta. Pada agenda tersebut KBM FAI membagikan paket pangan sebanyak 250 dan uang tunai satu juta rupiah dengan mematuhi protokol kesehatan.
“Berangkat dari landasan teologis surat al-Maun ayat 2-3 kami secara praktis melakukan kegiatan yang bersifat kedermawanan dan saling membantu kepada sesama, dengan rasa kepedulian, kami mengajak seluruh Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) untuk ikut andil dalam kegiatan sosial ini, agar nantinya rasa kepedulian bisa terbangun kembali di lingkungan masyarakat. Walaupun kegiatan ini masih kecil, harapannya bisa membantu perekonomian masyarakat khususnya di lingkungan TPST Piyungan”, pungkas Azka selaku ketua penyelenggara.
Deden Irwandi selaku ketua BEM mengatakan, “kegiatan ini sebagai bentuk keterlibatan mahasiswa secara praksis dalam membantu dan meringankan beban masyarakat. Harapan kami ini bisa membantu masyarakat”. Sumber dana kegiatan yang telah berlangsung sebanyak tiga kali ini didapatkan dari hasil open donasi. Pandemi boleh membatasi kegiatan perkuliahan, tapi tidak dengan semangat pergerakan mahasiswa dan kepedulianya kepada sesama”, sambung Deden. Pihak dekanat FAI UAD menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian mahasiswa kepada masyarakat. “kami merasa bangga sekaligus senang dengan inisiatif para mahasiswa membuat kegiatan sosial tersebut, semoga kegiatan tersebut bisa menginspirasi para mahasiswa agar ber ta’awun kepada sesama”, tegas Dr. Nur Kholis selaku dekan FAI UAD.






Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa PBS UAD mengetahui apa saja yang menjadi Tantangan dan Prospek Keuangan Islam khususnya dalam bidang Teknologi. Pemateri yang merupakan pelaku dalam Teknologi Keuangan Islam, dapat memberikan gambaran riil bagaimana realita yang ada di lapangan, sehingga mahasiswa mampu menyiapkan pengetahuannya tentang Teknologi Keuangan Islam. Fokus pembahasan dalam Visiting Lecturer kali ini adalah Financial Technology in Islamic Finance: Development, Challenges, and Prospects in Indonesia. Dalam penjelasannya pemateri menyampaikan, pada masa sekarang kebutuhan pelayanan atau jasa keuangan dalam dunia teknologi sangat tinggi, sehingga mahasiswa di harapkan juga mempelajari dan mengetahui Sistem yang Mengoperasikan pelayanan tersebut, khususnya dalam bidang Perbankan.
Agenda stadium general ini diselenggarakan rutin oleh Program Studi Perbankan Syariah tiap semesternya dengan mendatangkan pakar dan ahli dalam bidangnya. Adapun kuliah umum kali ini Program Studi Perbankan Syariah mengundang Prof. Dr. M. Nur Rianto Al Arif, M.Si sebagai narasumber yang merupakan guru besar dalam bidang Ekonomi Islam. Beliau juga merupakan Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Tema yang diangkat pada stadium general kali ini ialah “Daya Saing Bank Syariah di Masa Covid-19”. Fokus pembahasan dalam stadium general ini adalah bagaimana strategi dan cara Bank Syariah untuk bertahan di masa pandemi ini. Beliau juga menyampaikan ada beberapa alternative strategi yang bisa di lakukan seperti spin-off, Merger Antar Bank Syariah, Akuisisi Unit Usaha Syariah oleh Bank Umum Syariah dan konversi Bank Induk menjadi Bank Umum Syariah. 

