Sinergi Akademisi Berprestasi di Persada
Yogyakarta, FAI TERKINI – Menyambut kegiatan pembelajaran santri semester genap, Pesantren Mahasiswa KH. Ahmad Dahlan (Persada) UAD Yogyakarta mengadakan kegiatan Muwajjahah bersama santri, wali santri, dan pengurus Persada melalui ruang Zoom, Senin (22/2). Dalam kegiatan Muwajjahah yang dilakukan secara virtual tersebut, diawali dengan sambutan dan pengumuman santri berprestasi serta kategori santri teraktif selama satu semester oleh Wakil Mudir, Ust. Budi Jaya Putra, S.Th.I., M.H. Mereka dipilih berdasarkan nilai IPK dan nilai ujian Persada yang telah dilaksanakan sebelumnya. Kemudian untuk santri teraktif dipilih berdasarkan laporan dari setiap pendamping dalam membimbing santri kelompoknya.
Selanjutnya, penyampaian akademik semester genap. Bahwa kegiatan Persada akan dimulai pada tanggal 7 Maret mendatang. Di mana Persada melalui bidang SDM dan Kurikulum telah merencanakan beberapa agenda pelatihan secara virtual untuk santri, di samping kegiatan pembinaan harian oleh setiap pendamping. Leadership Cadre Treaning dan Pelatihan Khatib serta Perawatan Jenazah menjadi rangkaian agenda awal memulai semester genap tersebut. Berdasarkan hasil laporan yang dikumpulkan melalui pendamping santri, diperoleh rekapitulasi capaian pembinaan santri selama satu semester dalam bentuk grafik, bagan, dan poster.
Rektor UAD Dr. Muchlas MT, sangat mengapresiasi kegiatan yang terus diupayakan oleh Pengurus Persada dalam membina mahasiswa UAD meski Pandemi, khususnya santri Persada. Hal tersebut diungkapkan ketika Mudir Persada KH. Thonthowi, M.Hum melaporkan evaluasi dan perkembangan santri selama satu semester. “Upayakan selain nilai IPK yang tinggi dibarengi juga dengan prestasi di bidang kemahasiswaan,” pesan Rektor. Menanggapi hal tersebut, Ust. Semaun Al Usman selaku bidang Minat dan Bakat segera mengumpulkan data prestasi santri dan keaktifan mereka dalam berorganisasi. Diketahui bahwa santri dan alumni terus mengharumkan nama baik UAD baik di tingkat nasional maupun internasional melalui berbagai ajang perlombaan.
Selain prestasi akademik, santri Persada diharapkan memiliki prestasi ukhrawi. Pembiasaan sholat lima waktu berjamaah di masjid, shalat sunnah rawatib, shalat sunnah tahajjud dan duha, bertadarus, puasa sunnah, membantu orangtua, mengerjakan tugas kuliah, dan amal shalih lainnya selalu diingatkan setiap harinya. Pesan Mudir yang selalu ditekankan kepada para pembimbing santri untuk selalu mengingatkan salat berjamaah 15 menit sebelum masuk waktu salat kepada santri, membangunkan salat tahajud dan mengingatkan sunnah qabliyah subuh juga membantu orangtua.

Mahasiswa sebagai salah satu sivitas akademika perguruan tinggi memiliki tugas yang mulia untuk bisa melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu wujud dari Catur dharma Perguruan Tinggi. Oleh karena itu untuk mewadahi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Ahmad Dahlan menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bagi mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan dengan diadakannya program “Dahlan Muda Mengabdi”. 
Dalam penyampaiannya, Ustadz. Nur Kholis memaparkan mengenai Revitalisasi Peran Mahasiswa FAI UAD Sebagai Kader Muhammadiyah, yang dimulai dengan menyampaikan dasar pijakannya yaitu Alquran QS. Ali-Imron ayat 104 & 110. Untuk bisa berbuat amar ma’ruf nahi munkar, maka kita harus memiliki kompetensi untuk melakukan hal itu. Mahasiswa FAI tentunya adalah termasuk golongan yang memiliki kompetensi untuk menyeru kebajikan karena puncak dari keislaman seseorang adalah berdakwah. Nantinya mahasiswa FAI akan berdakwah sesuai kepakaran masing-masing.
Dr. Nur Kholis, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan, “Baitul Arqam baru pertama diselenggarakan di FAI UAD. Walaupun sebenarnya pengenalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sudah ada tiga tahun yang lalu, kini digabung dalam FAI UAD. Kegiatan ini wajib untuk syarat proposal skripsi FAI. Semoga peserta dapat mengikuti kegiatan dengan tertib. Harapannya acara ini dapat menghasilkan luaran yang lebih efektif dan menyenangkan supaya tepat sasaran serta memperoleh keterampilan sebagai calon kader. Selepas acara ini akan ada tindak lanjut dari Baitul Arqam yaitu Gerakan Jamaah Dakwah (GJD) versi PAI.” (Dew)
Dalam penyampaiannya, Ust. Muchlas Abror memaparkan mengenai nilai-nilai Perjuangan Tokoh Muhammadiyah, yang dimulai dari sejarah Muhammadiyah yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan di Yogyakarta pada 18 November 1912 hingga kini tersebar di seluruh Indonesia, bahkan di luar negeri. Mahasiswa UAD sebagai kader Muhammadiyah, tentu harus mengenal Muhammadiyah sebagai gerakan islam amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits.
Dalam penyampaiannya, Ust. Atang memaparkan mengenai tata cara ibadah yang dituntunkan oleh HPT MUhammdiyah, namun beliau juga menyampaikan bahwa tuntunan ibadah yang diputuskan oleh Tarjih bukanlah satu-satunya cara yang benar, jika kita tau ada cara ibadah lain dengan nas yang jelas dari Rasulullah, maka itu juga bisa digunakan. Dimulai dari materi Thaharah yaitu bersih atau suci dari kotoran, secara istilah yaitu upaya untuk menghilangkan najis atau hadas dengan menggunakan alat bersuci menurut cara tertentu. Alat bersuci yaitu air, debu, batu atau benda padat lainnya. Bedanya najis dan hadas, najis yaitu apa saja yang dipandang kotor menurut agama sedangkan hadas adalah keadaan tidak suci yang mengenai pada muslim sehingga menyebabkan orang tersebut tidak dapat solat. Hadas sendiri terdiri dari hadas kecil dan hadas besar.
Kamal menempatkan tauhid sebagai pandangan dunia seorang muslim. Sebagai pandangan hidup, Allah Swt merupakan realitas tertinggi menjadi acuan setiap aktivitas kaum Muslim. Karenanya seorang muslim semestinya menempatkan tauhid sebagai dasar bagi penafsiran atas semua fenomena alam semesta dan menjadi asas paling dasar dalam aktivitas berpikir. “Kalau kita bertanya, siapa manusia? Maka kita berbicara apa kata Allah tentang manusia. Ketika manusia berbicara tentang nilai-nilai dalam pandangan hidup, maka kita akan berbicara nilai-nilai ilahiyah. Ketika manusia berbicara tentang dunia, maka bagaimana kata Allah tentang dunia. Kita harus kembali kepada Allah, jangan didefinisikan sendiri,” tutur dosen UMY ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Ust. Anhar Anshari, Ph.D dalam materi ke-1 pada acara Baitul Arqam 2021 FAI UAD yang dilaksanakan pada hari Senin-Rabu, 8-9 Februari 2021 secara daring. Kegiatan tersebut diikuti oleh 800-an mahasiswa angkatan 2020 dari lima prodi di FAI. Melibatkan lebih dari 50 orang panitia yang terdiri dari panitia inti, teknis, instruktur, pendamping, dan juga Co-Host.