Etika Menghubungi Dosen Via Ponsel
Yogyakarta, FAI TERKINI –Sebagai mahasiswa di suatu perguruan tinggi, peranan dosen dalam membimbing tugas atau project yang sedang kita kerjakan memang sangat menentukan. Apalagi kalau sudah berhubungan dengan yang namanya tugas akhir/skripsi/tesis. Rasanya kebutuhan akan bimbingan dosen tiba-tiba saja meningkat luar biasa. Terutama kalau ada banyak revisi yang harus segera dibenahi dalam metode ataupun hasil penelitian. Namun perlu kita ketahui bahwa menghubungi dosen juga perlu yang namanya etika. Ingin tahu seperti apa penjabarannya, berikut informasi detailnya yang kami sadur dari laman Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Indonesia.
- Sebutkan Salam, Sapaan Pembuka, dan Identitas;
- Sampaikan tujuan secara singkat, padat, dan jelas;
- Tidak menggunakan kalimat yang mengandung unsur paksaan, terburu-buru, atau memaksakan kehendak untuk dibahas atau disetujui
- Pilih kata-kata yang sopan dan formal, bukan kata-kata keluhan, gaul dan slang;
- Jika mahasiswa menghubungi dosen terlebih dahulu, maka pastikan bahwa mahasiswa pula yang mengirim pesan terakhi dalam percakapan tersebut, minimal ucapkan salam dan terima kasih.




Pada hari Kamis, 15 April 2021 telah dilaksanakan Yudisium Seleksi MTQ Tingkat Universitas Ahmad Dahlan yang diselenggarakan oleh Bimawa bekerja sama dengan LPSI Universitas Ahmad Dahlan. Berdasarkan hasil dan keputusan juri, hampir semua cabang lomba dijawarai oleh mahasiswa-mahasiswa dari Fakultas Agama Islam. Hal tersebut tentunya sangat membanggakan bagi seluruh sivitas akademika yang berada di lingkungan FAI. Prestasi tersebut membuktikan bahwa identitas mahasiswa FAI yang religius tidak pernah luntur. Tentu saja hal tersebut berkat kerja sama yang baik dari seluruh elemen yang ada di Fakultas Agama Islam. Semoga dengan raihan prestasi ini bisa semakin meningkatkan kualitas mahasiswa FAI yang profesional dan berkamajuan.
Kegiatan yang dilaksanakan tersebut, sudah menjadi agenda dan proker dari IMM FAI UAD yang baru saja dilantik pada 25 Februari 2021 lalu. Kebetulan di bulan Ramadhan ini, kegiatan yang berbasis keIslaman dilakukan salah satunya dengan meramaikan pengajaran TPA di berbai masjid. Dukungan kegiatan ini juga diberikan oleh Dekan fakultas Agama Islam Dr. H. Nur Kholis, S.Ag., M.Ag. Beliau sempat berkordinasi dengan PK IMM FAI UAD dalam penentuan lokasi pengabdian dan memberikan pengarahan kegiatan. 

Dr. H. Ansori, M.Ag (Kepala LPPM IAIN Purwokerto) dalam pembukaannya menyebutkan bahwa riset harus menjadi tradisi bagi akademisi, terlebih lagi Dosen dan Peneliti di Lingkungan IAIN Purwokerto. Ia melanjutkan, bahwa selama ini institusi telah menyediakan anggaran penelitian namun serapannya kurang maksimal. Oleh karena itu, kinerja dosen di bidang penelitian harus ditingkatkan.
Prestasi gemilang ini tentunya tidak lahir begitu saja, akan tetapi berkat perjuangan serta kerja keras juga kerja sama yang baik antara mahasiswa dan juga dosen pembimbing dari program studi Perbankan Syaria serta dukungan dari dekanat Fakultas Agama Islam. Semoga tradisi juara akan terus melekat menjadi tagline di FAI baik dalam hal akademik maupun non-akademik. Aamiin…
Kedua belah pihak menyepakati untuk kolaborasi dalam banyak kegiatan, seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, pembimbing tesis dan disertasi, join riset dan publikasi bersama, termasuk FGD rekonstruksi kurikulum program doktor dan magister merespon kebijakan kampus merdeka. Dr. Suyadi, M.Pd.I Mengatakan, “meskipun dalam Permendikbud No. 3 Tahun 2020 Pasal 15 ayat 6 menyebutkan bahwa kebijakan Kapus Merdeka hanya untuk Program Sarjana dan Sarjana Terapan, tetapi hal itu bukan berarti Pascasarjana tidak merdeka.” Menurutnya, justru karena selama ini Program Magister dan Doktor “Telah Merdeka” maka tidak perlu diatur lagi bagaimana menjadi kampus merdeka. 